Sebanyak 230 ribu ulama bakal dapat asuransi kesehatan dan asuransi jiwa dari Baznas RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), BSI Maslahat dan Kitabisa berkolaborasi meluncurkan program Saling Jaga Ulama (SJU), yakni program perlindungan bagi kiai, nyai, ustadz, ulama, guru, dan dai di berbagai daerah pelosok negeri. Masing-masing akan mendapatkan premi Rp150 ribu/bulan.

Elshinta.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), BSI Maslahat dan Kitabisa berkolaborasi meluncurkan program Saling Jaga Ulama (SJU), yakni program perlindungan bagi kiai, nyai, ustadz, ulama, guru, dan dai di berbagai daerah pelosok negeri. Masing-masing akan mendapatkan premi Rp150 ribu/bulan.
"Karena banyak sekali para ustadz, para kiai, para dai itu tidak ada yang memperhatikan kesehatannya," ujar Wakil Ketua Baznas RI, Mokhamad Mahdum, saat meluncurkan program tersebut di Gedung Baznas RI, Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Mahdum menjelaskan, program SJU ini akan diwujudkan dalam dua aspek. Pertama, perlindungan saling jaga untuk ulama berupa Asuransi Syariah Saling Jaga dari Kitabisa. Melalui Asuransi syariah ini, ulama akan mendapatkan bantuan pada saat kecelakaan dan ketika tutup usia.
“Kebanyakan ulama di daerah-daerah adalah tulang punggung keluarga, kami tak ingin ketika mereka tutup usia, keluarganya kesulitan. Maka, melalui program ini ketika ulama meninggal dunia, keluarganya juga akan mendapatkan bantuan," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Lianto, Rabu (20/3).
Lalu aspek yang kedua, lanjutnya, yakni bantuan kesehatan dengan penggalangan dana untuk melindungi ulama yang sakit di daerah pelosok melalui penggalangan dana di Kitabisa.
“Hasil donasi dari penggalangan dana akan disalurkan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya pendukung pengobatan selama masa perawatan,” ucapnya.
Mahdum mengatakan, untuk mendapatkan dampak perlindungan yang lebih besar bagi para ulama, inisiatif kolaborasi yang diinisiasi Baznas, BSI Maslahat, dan Kitabisa, juga akan mengajak para kolaborator lainnya.
“Kami ajak berkolaborasi juga Lembaga Amil Zakat (LAZ), perusahaan, atau institusi lainnya. Targetnya kolaborasi banyak pihak ini bisa melindungi 230.000 ulama di berbagai daerah, kami juga tentu bekerja sama dengan MUI dan ormas-ormas Islam lainnya untuk mendapatkan data para ulama penerima manfaat yang ada di pelosok daerah,” kata Mahdum.
Ketua Pengurus Yayasan BSI Maslahat M. Misbahul Munir bersyukur dapat berkolaborasi dalam program Saling Jaga Ulama yang merupakan sinergi antara Baznas, BSI Maslahat, dan Kitabisa.
Oleh karena itu, pihaknya berharap Saling Jaga Ulama ini dapat memberi dampak seluas-luasnya untuk para ulama yang ada di Indonesia.
"Mereka para ulama adalah pahlawan kita semuanya, jejak-jejak mereka ada pada setiap kalimat yang kita sampaikan, semua ilmu kita banyak yang kita dapatkan dari guru-guru ngaji kita," ucap Misbahul.
Sementara CEO Kitabisa, Vikra Ijas menambahkan, Program Saling Jaga Ulama adalah wujud apresiasi dan semangat bagi para ulama.
"Ini adalah wujud apresiasi bagi para ulama dan dai yang memperjuangkan dakwah di area pelosok. Semoga perlindungan jiwa dan bantuan galang dana kesehatan ini menjadi penyemangat perjuangan mereka," ujar Vikra.
Sebagai informasi, pada acara peluncuran SJU ini juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada puluhan ulama, guru ngaji, dan dai.