Top
Begin typing your search above and press return to search.

Visi pengembangan SDM unggul ala Rusdi Kirana

Bos Lion Air Rusdi Kirana mengungkapkan pihaknya akan membangun lagi beberapa hanggar bekerja sama dengan sejumlah vendor di Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic (KEK BAT).

Visi pengembangan SDM unggul ala Rusdi Kirana
X
Bos Lion Air Rusdi Kirana mengungkapkan pihaknya akan membangun lagi beberapa hanggar. (foto: ist)

Elshinta.com - Bos Lion Air Rusdi Kirana mengungkapkan pihaknya akan membangun lagi beberapa hanggar bekerja sama dengan sejumlah vendor di Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic (KEK BAT).

Pengembangan ini merupakan buah manis dari dukungan yang didapat BAT dari sisi regulasi. Batam Aero Technic merupakan perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat atau MRO alias hanggar pesawat dari grup Lion milik pengusaha penerbangan Rusdi Kirana yang mulai beroperasi pada 2014.

"KEK progresnya sudah lebih baik karena dukungan penuh yang keluar dari Menko Perekonomian. Kini, impor suku cadang tidak perlu keluar cost dan sudah tidak kena prosedur," ujar Rusdi Kirana saat mendampingi jurnalis dalam program "Kunjungan Hangar BAT dan Diskusi Inovasi Penerbangan" di Batam Aero Technic (BAT), Batam, Kepulauan Riau pada Kamis (21/3/2024).

Pada kesempatan tersebut, Rusdi juga mengungkapkan visi perusahaan yang dipimpinnya selama 5 tahun ke depan. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014 - 2019 itu menyatakan, walaupun memiliki maskapai penerbangan di Indonesia, Thailand dan Malaysia, namun 5 tahun ke depan Lion Air Grup akan fokus pada pengembangan pasar domestik.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Rusdi pun berpikir tentang pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya adalah dengan menyiapkan program regenerasi agar pergantian karyawan senior dengan yang muda tidak menimbulkan kendala. "Mungkin saja perusahaan memperkerjakan karyawan hingga 50 tahun, tetapi produktivitasnya bagaimana?" ucap Rusdi.

Lebih jauh, Rusdi menginginkan agar karyawannya memiliki semangat dalam bekerja. "Karena perushaan memberikan modal kerja sehingga seharusnya lebih mudah (bagi mantan karyawan) untuk menjadi enterpreneur," kata Rusdi.

Mantan Dubes RI untuk Malaysia tersebut menginginkan agar negara harus bisa memproduksi banyak enterpreneur. Karena tidak mungkin kampus atau universitas hanya menghasilkan lulusan pencari kerja. "Kalau semua (lulusan universitas) mencari kerja bagaimana?" tanya Rusdi.

Dengan pemikiran tersebut, Rusdi mengungkapkan bila perusahaannya membuat konsep kerja sama dengan universitas. "Misalnya, kuliah itu 8 semester. Pada semester ke-7, kita sudah bisa memasukkan kurikulum tentang pekerjaan. Semester 8 (mahasiswa) bisa ikut program kelas merdeka atau program magang. Jadi langsung jadi staf pada usia 23 tahun. Pada usia 40 tahun mereka berhenti. Selama bekerja 17 tahun mereka sudah memiliki tabungan yang bisa digunakan sebagai modal," tambah Rusdi.

Rusdi menjelaskan bila visi itu merupakan prioritas pertamanya dalam membangun sumber daya manusia, bukan hanya untuk Lion Air Grup, perusahaan miliknya, tetapi juga untuk Indonesia. (ahs)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire