Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jamaah Haji Lansia dan berisiko tinggi tetap mendapat keringanan selama ibadah haji

Jamaah haji yang memiliki risiko tinggi dan lansia diberikan keringanan dan tidak perlu memaksakan diri pada ibadah-ibadah sunnah yang menguras tenaga selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Jamaah Haji Lansia dan berisiko tinggi tetap mendapat keringanan selama ibadah haji
X
Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela sela Bimtek PPIH Arab Saudi yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada Kamis (12/03/2024) malam (Foto : Hilman Fauzi / MCH 2024)

Elshinta.com - Jamaah haji yang memiliki risiko tinggi dan lansia diberikan keringanan dan tidak perlu memaksakan diri pada ibadah-ibadah sunnah yang menguras tenaga selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz mengatakan keringanan ini bagian dari penerapan moderasi beragama dalam beribadah haji terutama bagi lansia dan jamaah risti.

Menurut pria akrab disapa Gus Alex ini, penerapan moderasi beragama dalam berhaji ini tidak lepas dari kaidah fiqh taisir.

"Fiqh itu tidak memberatkan, justru memberikan kemudahan-kemudahan bagaimana haji itu dapat dilaksanakan. Oleh karena itu, prinsip pelaksanaan ibadah haji terhadap lansia yang berkebutuhan khusus, kemudian jemaah dengan risiko yang tinggi, itu kita melaksanakan yang disebut dengan fiqhut taizir, fiqh-fiqh, ketentuan-ketentuan fiqh penyelenggaraan ibadah haji yang memberikan kemudahan-kemudahan," jelas Gus Alex di sela sela Bimtek PPIH Arab Saudi yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada Kamis (12/03/2024).

Terkait kemudahan ini Gus Alex mencontohkan pelaksanaan lempar jumrah Aqabah bagi lansia yang cukup perlu diwakilkan atau dibadalkan. Hal ini karena proses perjalanannya cukup jauh dan butuh effort yang luar biasa.

"Oleh karena itu, fiqh memperbolehkan bagaimana kemudian dapat dibadalkan atau diwakilkan kepada orang lain untuk melaksanakan ibadah lempar jumrah tersebut. Jadi bagian dari fiqh itu memberikan kemudahan-kemudahan," papar Gus Alex kepada wartawan

Selain itu, Gus Alex juga menyoroti pelaksanaan tawaf Ifadah, perlu diketahui tawaf ifadah sendiri dilakukan setelah melakukan proses wukuf di Arafah dan rangkaiannya yang menguras tenaga.

"Artinya banyak jemaah kemudian yang memaksakan diri (dalam Tawaf Ifadhah), selesai melakukan lempar Jumroh Aqabah, langsung berjalan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf ifadah, Fiqh tidak mengharuskan karena ada waktu lain yang bisa digunakan juga," imbuh Gus Alex

Maka dari itu, menurut Gus Alex saat ini Kemenag telah meluncurkan Manasik Haji untuk lansia. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jamaah haji Lansia, Risti dan berkebutuhan khusus. (yun)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire