RSUD Sukoharjo tangani lonjakan kasus DBD, satu hari sempat terima 60 pasien
Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno Sukoharjo, Jawa Tengah over load atau kelebihan pasien Demam Bedarah Dengue (DBD) sejak satu bulan terakhir. Pasien yang mengakses istalasi gawat darurat (IGD) di dominasi kasus anak anak.

Elshinta.com - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno Sukoharjo, Jawa Tengah over load atau kelebihan pasien Demam Bedarah Dengue (DBD) sejak satu bulan terakhir. Pasien yang mengakses istalasi gawat darurat (IGD) di dominasi kasus anak anak.
Direktur RSUD Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, pasien DBD yang datang ke IGD dalam sepekan terakhir menembus angka rata-rata 40 orang per hari. Bahkan dalam beberapa hari terakhir sempat tercatat palayanan IGD didatangi sekitar 60 orang pasien berobat. Sebagian memang dirujuk untuk menjalani rawat inap dan sebagian lainnya hanya rawat jalan karena keterbatasan ruang perawatan.
"Lonjakan pasien ini membutuhkan penanganan serius rumah sakit karena keterbatasan tempat tidur rawat inap," kata Yunia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (22/3).
Menurut Dia, rumah sakit menata tempat tidur untuk menangani lonjakan pasien dalam dua minggu terakhir. Total jumlah tempat tidur yang dimiliki rumah sakit saat ini sebanyak 237 unit. Sebagian dinonaktifkan karena penataan ruangan perawatan. Seiring dengan adanya lonjakan pasien, ruangan perawatan difungsikan secara darurat termasuk mengaktiflan kembali bed-bed yang sebelumnya tidak digunakan.
"Ada ruangan perawatan yang sedang di renovasi, ini mulai kita gunakan," ujarnya.
Yunia Wahdiyati menyampaikan, kasus DBD anak yang datang berobat biasanya memiliki gejala demam disertai gejala tambahan seperti batuk, pilek, sesak napas. Ada juga yang penyertanya mual, muntah dan sakit perut. Hasil uji laboratorium kemudian ada yang mengkategorikan dalam tahap suspek, viper dan positif dengue.