Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sampaikan pesan Ramadan, ibu-ibu Desa Tempursari gunakan wayang golek 

Ibu ibu kelompok pengajian di Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menggelar pengajian di tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan yang dilaksanakan di pendopo kantor kepala desa setempat pada Jumat (22/3) sore.

Sampaikan pesan Ramadan, ibu-ibu Desa Tempursari gunakan wayang golek 
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Ibu ibu kelompok pengajian di Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menggelar pengajian di tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan yang dilaksanakan di pendopo kantor kepala desa setempat pada Jumat (22/3) sore.

Kegiatan pengajian tersebut dilaksanakan secara unik, yakni materi yang disampaikan menggunakan sarana wayang golek dengan menghadirkan penceramah atau yang menyampaikan materi adalah Ustadz Pujiono.

Ibu ibu berjilbab duduk di pendopo dengan beralaskan tikar sambil menatap poster di depannya bertuliskan, "Wayang Golek Pitutur ". Selain itu di depan Ibu ibu juga ada gunungan wayang yang tertancap bersama sejumlah wayang golek.

Dalam penampilannya Ustaz Pujiono memainkan wayang golek tersebut sesuai dengan perannya masing-masing. Sesekali diiringi musik dengan lirik tembang Jawa yang sarat dengan pesan-pesan moral keagamaan.

"Cerita yang kami tampilkan dalam pertunjukan ini adalah tentang perjalanan Sunan Kalijaga. Kemudian dalam akhir cerita, setelah Sunan Kalijaga bertemu Sunan Bonang, kami selipkan materi pengajian yang lain. Termasuk mengajak meningkatkan iman dengan berbagai cara di bulan Ramadan ini," kata Ustaz Pujiono seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (25/3).

Lebih lanjut Ustaz Pujiono mengatakan, meningkatkan iman bisa dilakukan dengan berbagai hal, seperti membaca Alquran dan berkumpul dengan orang soleh. "Bisa juga kegiatan berziarah, bertamu hingga kegiatan saling berbagi," ujarnya.

Dikatakan lebih lanjut, baru pertama kali metode wayang golek dilakukan dalam kegiatan ini. Bahkan ceramah dengan sarana wayang golek baru pertama kali dilakukan. Mungkin belum pernah ada sebelumnya di Boyolali. "Kami harapkan metode dengan wayang golek ini dapat menyajikan nuansa dakwah. Dan hal ini agar bisa menjadi tuntunan dan pesan moral yang baik," katanya.

Di akhir kata Ustaz Pujiono menyampaikan, perjalanan spiritual manusia tersebut melalui berbagai tahap dan hal ini perlu dihargai.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire