Ditagih cicilan mobil, oknum polisi diduga tikam dan tembak debt collector
Beredar video di sosial media Instagram dua orang pria di halaman parkiran mobil tengah berselisih tanpa sebab yang mana satu mengeluarkan senjata dan mencoba menghindari serangan.
.jpg)
Elshinta.com - Beredar video di sosial media Instagram dua orang pria di halaman parkiran mobil tengah berselisih tanpa sebab yang mana satu mengeluarkan senjata dan mencoba menghindari serangan.
Belakangan diketahui video tersebut terjadi di halaman parkir PSX mall tepatnya di Jalan POM IX Kelurahan Pakjo Palembang. Sabtu (24/3/2024) siang antara debt collector bernama Robert (35) dan diduga oknum polisi Aiptu FA yang bertugas di Polsek Linggau Selatan, Sumatera Selatan.
Video yang berdurasi 30 detik itu menunjukkan dengan membawa senjata oknum polisi itu menembak sang debt collector tanpa sebab. Namun, saat dikonfirmasi kepada teman Robert yaitu Bandi mengatakan, saat itu mereka tengah mendatangi oknum polisi tersebut lantaran menunggak pembayaran cicilan mobil selama tiga bulan sehingga Robert dan teman-temannya mengejar oknum polisi tersebut.
“Mobilnya bermasalah, kita sudah persuasif tapi dia tidak menerima,” ujar Bandi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Haris Widodo, Senin (25/3).
Tidak hanya memukul Robert, debt collector lainnya juga menjadi korban kemarahan oknum polisi tersebut bahkan mendapatkan luka tusukan kedua tangan dan punggung hingga terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Dari keterangan Bandi korban tersebut bernama Deddi Zuheransyah yang harus menginap di rumah sakit akibat luka serius yang didapatnya. Setelah kejadian oknum polisi tersebut lari kabur. Hingga saat ini istri dari Deddi melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sumsel.
“Sore kemarin istrinya sudah membuat laporan di Polda Sumsel,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto mengatakan, belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut. “Hingga kini kami belum menerima laporan dan untuk oknum polisi tentunya kami cek terlebih dahulu," kata Sunarto singkat.