3.756 warga korban banjir Kabupaten Demak masih mengungsi di Kudus
Satu pekan lebih warga sejumlah desa di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah masih mengungsi di tempat-tempat pengungsian yang ada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, karena rumah mereka masih terendam banjir.

Elshinta.com - Satu pekan lebih warga sejumlah desa di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah masih mengungsi di tempat-tempat pengungsian yang ada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, karena rumah mereka masih terendam banjir. Data dari pihak BPBD Kabupaten Kudus sampai hari ini masih ada 3.756 orang yang berada di pengungsian baik yang dipusatkan di gedung-gedung maupun balai desa termasuk juga yang berada di rumah-rumah kerabatnya. Salah satu tempat pengungsian terbanyak berada di Gedung haji Kudus yang mencapai sebanyak 775 warga.
Alfiyati warga Dukuh Babadan Desa Norowito Kecamatan Karanganyar mengaku mengungsi sejak hari minggu (17/3) lalu pasca jebolnya tanggul sungai wulan yang merendam seluruh pemukiman warga hingga ketinggian 2 meter. "Ini kedua kalinya saya dan keluarga Mengungsi karena rumah sudah terendam air hampir mencapai atap rumah. Saya punya balita jadi sebelum air semakin tinggi saya sudah berangkat mengungsi. Pilihan saya di Kudus karena dekat ", katanya, Senin (25/3).
Senada, Kemat warga Desa Kedungbanteng yang memilih mengungsi kerumah saudaranya di Kecamatan Jati Kudus, ia memilih mengungsi setelah pengalaman banjir pertama bulan Februari lalu. "Dulu, saya tidak mengungsi karena tidak menyangka banjir akan sebesar dan setinggi itu. Makanya ketika ada informasi tanggul sungai wulan jebol lagi saya dan keluarga lainnya langsung mengungsi", ungkap salah satu ASN tersebut seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.
Para pengungsi ini berharap pemerintah serius untuk mengatasi permasalahan banjir diwilayahnya. Mereka juga berharap ada bantuan karena sudah dua kali mereka mengungsi bahkan harta benda mereka sudah habis akibat banjir.
Sementara itu, banjir diwilayah Karanganyar Demak sudah mulai surut setelah tanggul sungai wulan yang jebol sudah bisa ditutup oleh Kementerian PUPR. Air yang mengenangi jalur pantura Kudus Demak juga sudah mulai surut namun kendaraan masih dialihkan melalui jalur Lingkar Barat Kudus kemudian ke Jepara dan masuk ke kota Demak. Sedangkan upaya penyedotan air juga dilakukan secara terus menerus dengan mengunakan pompa-pompa air agar air yang merendam rumah-rumah warga bisa berkurang dan ribuan pengungsi segera bisa pulang.