Top
Begin typing your search above and press return to search.

Manfaatkan momentum Ramadan, santri AQLIS belajar pertanian

AQL Islamic School ( AQLIS ) sekolah berbasis pesantren berlokasi di Desa Sukajaya Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selain belajar ilmu agama mereka juga mendapat pembinaan di bidang pertanian atau agrobisnis.

Manfaatkan momentum Ramadan, santri AQLIS belajar pertanian
X
Sumber foto: Tita Sopandi/elshinta.com.

Elshinta.com - AQL Islamic School ( AQLIS ) sekolah berbasis pesantren berlokasi di Desa Sukajaya Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selain belajar ilmu agama mereka juga mendapat pembinaan di bidang pertanian atau agrobisnis.

Terlebih saat bulan Ramadan ini para santri selain melaksanakan kegiatan agama seperti tadarus, kuliah Ramadan juga diberi pelajaran pertanian.

Kepala Sekolah AQLIS School Purwakarta, Ustadz Lizar Harahap, Selasa, (26/3/2024), mengatakan, sekolah ini merupakan sekolah islam berbasis pesantren. Tidak saja di Purwakarta AQLIS School juga tersebar di seluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta.

"Meski berbasis pesantren, para santri diajarkan keahlian lain selain berilmu agama, salah satunya dengan mendapat pembinaan belajar pertanian," kata Ustadz Lizar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi, Selasa (26/3).

Sekolah AQLIS Purwakarta memiliki lahan perkebunan seluas 2 hektare, sejak 2017 lalu digunakan untuk perkebunan oleh para santri.

Adapun tanaman yang ditanam yaitu berbagai jenis pohon antara lain jeruk lemon, jeruk nipis, mangga, buah naga dan nangka, akan tetapi pohon jeruk lebih banyak ditanam di perkebunan buah ini.

Menurut Lizar, bulan puasa tahun ini saatnya panen jeruk, sehingga para santri sejak seminggu lalu sudah memanen jeruk lemon yang ditanam hampir 500 pohon dan menghasilkan lebih dari dua ton dalam setahun.

"Jeruk yang dipanen itu hasilnya dijual ke para penjual jeruk selain itu ke masyarakat sekitar dengan harga berpariasi antara Rp 15.000 - 25.000/kg," ujarnya.

Pohon jeruk yang ditaman tersebut bisa dipanen dua kali dalam setahun dan menghasilkan keuntungan puluhan juta, dengan keuntunganya digunakan untuk keperluan para santri di sekolah.

Adapun pohon mangga dan buah naga serta pohon buah lainya ditanam di perkebunan AQLIS ini, hasilnya tidak sebanyak jeruk, namun masih menghasilkan keuntungan juga, dan keuntunganya sama, digunakan untuk para santri.

Sementara menurut santri di AQLIS School Purwakarta, yaitu Anggi Restu dan Rasya Nurohman, sangat senang dan bangga bersekolah di AQLIS School sebab selain memiliki ilmu agama, juga bahasa inggris dan bahasa arab. Selain itu memiliki pelajaran lain yaitu dengan berkebun. "Hari ini tanaman unggulan di perkebunan yaitu jeruk lemon, sudah saatnya kembali dipanen," kata Anggi.

"Setelah menyelesaikan tugas-tugas sekolah, kita bersama semua santri di pesantren AQLIS School turun ke perkebunan untuk memanen jeruk lemon," kata Anggi didampingi teman santri lainnya, Rasya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire