Top
Begin typing your search above and press return to search.

26 Maret 1968: Dilantiknya Soeharto sebagai presiden menggantikan Soekarno

Elshinta.com, Pada tanggal 26 Maret 1968, Indonesia menyaksikan pergantian presiden yang penting dalam sejarah politik negara ini. Soeharto, seorang jenderal yang memiliki pengaruh besar dalam militer, resmi dilantik sebagai Presiden Indonesia, menggantikan Soekarno, yang telah memimpin negara ini sejak kemerdekaannya pada tahun 1945.

26 Maret 1968: Dilantiknya Soeharto sebagai presiden menggantikan Soekarno
X
Soeharto dilantik menjadi presiden, 1968. (wikimedia.org)

Elshinta.com - Pada tanggal 26 Maret 1968, Indonesia menyaksikan pergantian presiden yang penting dalam sejarah politik negara ini. Soeharto, seorang jenderal yang memiliki pengaruh besar dalam militer, resmi dilantik sebagai Presiden Indonesia, menggantikan Soekarno, yang telah memimpin negara ini sejak kemerdekaannya pada tahun 1945. Dilantiknya Soeharto menandai awal dari sebuah era baru dalam politik Indonesia, yang akan membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan nasional.

Pergantian presiden ini tidak terjadi begitu saja. Indonesia pada saat itu mengalami masa-masa yang penuh dengan ketegangan politik, ketidakstabilan ekonomi, dan konflik sosial. Pemerintahan Soekarno, meskipun awalnya dianggap sebagai pahlawan proklamator kemerdekaan Indonesia, mulai terbebani oleh kegagalan dalam mengatasi masalah-masalah tersebut. Krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1960-an memperburuk kondisi, dan kegagalan pemerintah dalam menangani situasi tersebut semakin memperlemah legitimasi Soekarno.

Keadaan semakin meruncing ketika terjadi insiden G30S/PKI pada tahun 1965, yang mengakibatkan tewasnya enam jenderal tinggi dan melahirkan kecurigaan terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI). Insiden ini memberikan dalih bagi Soeharto, yang pada saat itu menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat Indonesia, untuk mengambil alih kendali pemerintahan. Dengan dukungan dari sebagian besar militer dan elit politik, Soeharto mulai mengkonsolidasikan kekuasaannya, menggulingkan Soekarno dari kekuasaan secara bertahap.

Pergantian kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto bukanlah proses yang mudah. Meskipun Soekarno secara resmi masih menjabat sebagai presiden, kekuasaannya secara efektif telah digantikan oleh Soeharto. Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Soeharto mengambil langkah-langkah keras untuk mengatasi krisis ekonomi dan keamanan yang melanda negara ini. Program pembangunan yang dikenal sebagai "Orde Baru" diperkenalkan, yang menekankan pada stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan pengendalian ketat terhadap kegiatan politik dan sosial.

Baca juga Soeharto dilantik jadi Presiden RI menggantikan Soekarno

Di bawah kepemimpinan Soeharto, Indonesia mengalami periode pertumbuhan ekonomi yang signifikan, yang didukung oleh kebijakan-kebijakan makroekonomi yang konservatif dan berorientasi pasar. Meskipun berhasil membawa stabilitas dan kemakmuran relatif bagi negara, pemerintahan Soeharto juga dikenal karena penindasan terhadap oposisi politik dan pelanggaran hak asasi manusia.

Dengan demikian, dilantiknya Soeharto sebagai Presiden Indonesia pada tanggal 26 Maret 1968, tidak hanya menandai pergantian kekuasaan politik yang signifikan, tetapi juga memulai sebuah era baru dalam sejarah Indonesia. Meskipun kontroversial, masa kepemimpinan Soeharto memberikan dampak yang mendalam bagi perkembangan politik, ekonomi, dan sosial negara ini, yang akan terus dirasakan hingga beberapa dekade ke depan.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire