Jumat, 16 November 2018 | 14:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

STP Bandung sambut baik pariwisata jadi andalan devisa negara

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Muhammad Iqbal Fauzan    |    Editor : Administrator
Koordinator acara Asian Tourism Forum (ATF) ke-12, Endang Komesty, SS, MM.Par. CHE. Foto: Dudy Supriyadi
Koordinator acara Asian Tourism Forum (ATF) ke-12, Endang Komesty, SS, MM.Par. CHE. Foto: Dudy Supriyadi
<p>Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung menyambut baik kebijakan Presiden Jokowi yang menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan penerimaan devisa negara, sehingga pariwisata di Tanah Air, khususna wilayah Jawa Barat dan Kota Bandung bisa mendunia dan dapat menjadi sektor andalan pemerintah.</p><p>Demikian dikatakan Koordinator acara Asian Tourism Forum (ATF) ke-12, Endang Komesty, SS, MM.Par. CHE, Rabu (11/11) di Kampus STP Bandung, seperti dilaporkan <i>Kontributor Elshinta, Dudy Supriyadi.</i></p><p>Menyambut hal itu STP Bandung dijadwalkan menggelar Asian Tourism Forum atau ATF ke-12 akan di gelar di kampus Sekolah Tinggi Pariwisata/STP Bandung 7-9 Mei 2016 mendatang.</p><p>Endang menyebutkan dalam ATF tersebut digelar seminar Internasional yang menghadirkan Prof. Kaye Chon, PhD, CHE, FIH dari Hongkong Polytechnic University merupakan tokoh pariwisata Asia sekaligus pendiri ATF akan mengambil topik "Icon Hotel Succes Story".</p><p>Pembicara lainnya menurut Endang adalah Prof. Alastair M. Morrison PhD sebagai penulis buku dan tokoh pariwisata dunia serta koordinator dari para paper reviewer yang mengambil topik "Tourism Research: Issues and Trends".</p><p>"Kita pernah menjadi tuan rumah ATF pada tahun 2012 lalu secara sukses, sehingga tahun depan kita terpilih kembali sebagai tuan rumah," ujar Endang.</p><p>Menurutnya ATF pertama kali diadakan pada tahun 1993 di Kota Ho Chi Minh Vietnam dan diselenggarakan setiap dua tahun sekali (Biennial).</p><p>"ATF ini menjadi forum Internasional yang mewadahi para praktisi Industri pariwisata, akademisi, peneliti, pejabat pemerintah dan para pembuat kebijakan," tutupnya. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:25 WIB

Ini tujuh mimpi anak-anak bangsa yang disimpan dalam Kapsul Waktu

<p>Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung menyambut baik kebijakan Presiden Jokowi yang menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan penerimaan devisa negara, sehingga pariwisata di Tanah Air, khususna wilayah Jawa Barat dan Kota Bandung bisa mendunia dan dapat menjadi sektor andalan pemerintah.</p><p>Demikian dikatakan Koordinator acara Asian Tourism Forum (ATF) ke-12, Endang Komesty, SS, MM.Par. CHE, Rabu (11/11) di Kampus STP Bandung, seperti dilaporkan <i>Kontributor Elshinta, Dudy Supriyadi.</i></p><p>Menyambut hal itu STP Bandung dijadwalkan menggelar Asian Tourism Forum atau ATF ke-12 akan di gelar di kampus Sekolah Tinggi Pariwisata/STP Bandung 7-9 Mei 2016 mendatang.</p><p>Endang menyebutkan dalam ATF tersebut digelar seminar Internasional yang menghadirkan Prof. Kaye Chon, PhD, CHE, FIH dari Hongkong Polytechnic University merupakan tokoh pariwisata Asia sekaligus pendiri ATF akan mengambil topik "Icon Hotel Succes Story".</p><p>Pembicara lainnya menurut Endang adalah Prof. Alastair M. Morrison PhD sebagai penulis buku dan tokoh pariwisata dunia serta koordinator dari para paper reviewer yang mengambil topik "Tourism Research: Issues and Trends".</p><p>"Kita pernah menjadi tuan rumah ATF pada tahun 2012 lalu secara sukses, sehingga tahun depan kita terpilih kembali sebagai tuan rumah," ujar Endang.</p><p>Menurutnya ATF pertama kali diadakan pada tahun 1993 di Kota Ho Chi Minh Vietnam dan diselenggarakan setiap dua tahun sekali (Biennial).</p><p>"ATF ini menjadi forum Internasional yang mewadahi para praktisi Industri pariwisata, akademisi, peneliti, pejabat pemerintah dan para pembuat kebijakan," tutupnya. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 11:48 WIB

Infrastruktur Jaksel antisipasi banjir hampir selesai

Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB

Pesawat Air Asia Surabaya-Singapura Hilang Kontak

Rabu, 14 November 2018 - 21:51 WIB

Ini penyebab ambruknya atap Stadion Wergu Kudus

Selasa, 13 November 2018 - 08:25 WIB

Raja Ampat atur pelayaran menuju destinasi Piaynemo

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com