Legislatif minta kurikulum lokal dan budaya ditambah di seluruh SD dan SMP
Dalam rapat paripurna persetujuan bersama DPRD dan bupati Tangerang, terhadap ditetapkannya tiga raperda yaitu Pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan, kepemudaan dan perlindungan pemberdayaan nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil yang dilaksanakan di ruang rapat paripurna DPRD kabupaten Tangerang.

Elshinta.com - Dalam rapat paripurna persetujuan bersama DPRD dan bupati Tangerang, terhadap ditetapkannya tiga raperda yaitu Pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan, kepemudaan dan perlindungan pemberdayaan nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil yang dilaksanakan di ruang rapat paripurna DPRD kabupaten Tangerang.
Hasil dari rapat paripurna tersebut, legislatif meminta agar adanya penambahan kurikulum lokal dan budaya di seluruh sekolah SD dan SMP di Kabupaten Tangerang, terkait sudah menurunnya etika dalam lingkungan pelajar.
"Penambahan kurikulum lokal dan budaya bertujuan untuk mengingatkan kepada pelajar bahwa budaya timur dan juga kearifan lokal yang saat ini sudah mulai pudar harus kembali dikuatkan dengan penambahan kurikulum lokal yang ada di seluruh SD dan SMP di Kabupaten Tangerang," kata Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail kepada Kontributor Radio Elshinta, Selly Loamena, Senin (1/4).
Generasi muda khususnya di kalangan pelajar, penambahan kurikulum lokal dan budaya di dalam Pancasila ada kandungan bagaimana beretika menghargai dan lain sebagainya.
Saat ini sudah mulai pudar maka pemerintah daerah harus melihat bahwa ini persoalan yang harus diselesaikan dari sisi regulasi. bagaimana agar pemerintah daerah mampu dan bisa melakukan terobosan pembinaan dan pembenahan terutama di kalangan anak-anak muda pelajar.