Peringati Nuzulul Qur'an, santri Ponpes Nurul Hidayah mengaji gunakan penerang lampu oncor
Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an para santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al barokah, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengaji dengan menggunakan oncor atau sentir sebagai lampu penerangan.

Elshinta.com - Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an para santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al barokah, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengaji dengan menggunakan oncor atau sentir sebagai lampu penerangan. Kegiatan mengaji tersebut dilaksanakan pada Minggu (31/3) malam yang digelar di tengah area tanah lapang di seberang jalan lokasi pondok pesantren.
Kegiatan mengaji tersebut diawali berjalan sambil membawa oncor dan bersalawat dari halaman Pondok Pesantren menuju tanah lapang. Setiba di tanah lapang, dengan dipimpin pengasuh Pondok Pesantren, para santri membaca Al-Quran hanya dengan penerangan lampu sentir. Meski di tengah suasana dingin di malam hari, para santri tampak antusias mengikuti kegiatan.
Pengurus Pondok Pesantren Nurhidayah Al Barokah, Muhamad Farhan Saifudin mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setahun sekali, untuk mengenalkan kepada para santri atas perjuangan para wali pada jaman dahulu, dalam mensyiarkan Agama Islam.
"Pada malam hari ini para santri bersama sama mengkhatamkan Al-Quran dalam 30 juz. Momen malam ini bahwa obor atau oncor sebagai pengingat bahwa pada jaman dahulu, para nenek moyang atau pendahulu kita, ketika membaca Al- Quran membawa oncor. Biar anak-anak santri tahu, bagaimana rasanya jerih payah untuk mengaji kalam-kalam Allah," kata Muhamad Farhan Saifudin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (1/4).
Lebih lanjut Muhamad Farhan mengatakan, anak-anak sangat antusias dalam membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Mereka semangat dalam mencari ilmu yang diridohi oleh Allah SWT.
Atas hal ini para santri mengaku senang, meski mengaji hanya menggunakan lampu sentir sebagai penerangan.
"Dengan suasana hening di malam hari, bisa lebih mudah menghayati kitab suci Al- Quran," kata salah satu santriwati bernama, Inayatu Rochmah.