Daerah minta tambahan pasokan gas 3 kilogram untuk hadapi Idul Fitri
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah meminta tambahan kuota elpiji 3 kilogram untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pada Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Elshinta.com - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah meminta tambahan kuota elpiji 3 kilogram untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pada Hari Raya Idul Fitri mendatang. Hal ini guna memastikan kebutuhan gas untuk masyarakat tetap terpenuhi.
Pengawasan juga dilakukan secara ketat agar tidak terjadinya pelanggaran seperti penimbunan dan permainan harga. Hasilnya, sampai saat ini dinas tidak mendapatkan laporan barang bersubsidi tersebut langka di pasaran. Hal itu disampaikan Kepala Diskopumdag Sukoharjo, Iwan Setiyono.
Dikatakan Iwan Setiyono, kuota reguler Kabupaten Sukoharjo pada Tahun 2024 ini bejumlah 35.915 tabung per hari. Pertamina memberikan kuota fakultatif untuk menghadapi hari raya keagamaan dengan usulan dari pemerintah daerah. Pemkab melalui Diskopumdag telah mengajukan kuota tambahan tersebut sesuai dengan toleransi dari Pertamina.
"Belum tahu disetujui berapa, kami juga masih menunggu," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (1/4).
Menurut Iwan, kebutuhan elpiji 3 kilogram di masyarakat pada puasa Ramadan hingga Lebaran mendatang sangat tinggi. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat dan tentunya juga tingkat konsumsi yang naik. Meski demikian tidak terjadi kelangkaan barang dipasaran, pasokan lancar dan harga eceran tetap terkendali tanpa ada kenaikan. Kondisi ini akan dijaga oleh pemerintah daerah dengan kuota fakultatif yang telah diajukan pada Pertamina.
"Kami tidak mendapatkan laporan kelangkaan gas melon," ujarnya.
Sejumlah warga di Kecamatan Kartasura sempat mengeluhkan kesulitan membeli gas 3 kiligram menjelang hingga awal bulan puasa lalu. Stok yang ada terbatas dan harga eceran mnembus Rp23.000 per tabung. Ngatmini warga Kelurahan Ngadirejo dan Dwi Putro warga Desa Pucangan mengalami kesulitan yang sama. Namun saat ini ketersediaan barang dan harganya pun sudah mulai normal kembali.