Jelang Idul Fitri, penjualan sarung khas Tegal meningkat
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, penjualan sarung 'Pohon Korma' di Kota Tegal, Jawa Tengah mengalami peningkatan yang signifikan melalui penjualan di berbagai marketplace. Dalam sehari, lebih dari 1.000 sarung telah terjual kepada pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.

Elshinta.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, penjualan sarung 'Pohon Korma' di Kota Tegal, Jawa Tengah mengalami peningkatan yang signifikan melalui penjualan di berbagai marketplace. Dalam sehari, lebih dari 1.000 sarung telah terjual kepada pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.
Sarung "Pohon Korma" merupakan produk lokal dari Kota Tegal yang terbuat dari bahan kain yang berkualitas tinggi. Motif sarung ini terinspirasi dari pohon korma yang menjadi simbol dari Kota Tegal. Selain memiliki nilai estetika yang tinggi, sarung "Pohon Korma" juga memiliki arti yang mendalam bagi masyarakat Kota Tegal.
Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri, penjualan sarung "Pohon Korma" mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang memilih sarung "Pohon Korma" sebagai pilihan untuk dipakai saat merayakan Hari Raya.
Menurut salah satu penjual sekaligus owner dari sarung "Pohon Korma", Jamaludil Ali Alkatiri, penjualan dari PT. Asaputex melalui marketplace telah membantu meningkatkan omzet penjualan secara signifikan. Dengan adanya penjualan melalui marketplace, sarung "Pohon Korma" dapat dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya itu, penjualan sarung "Pohon Korma" juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kota Tegal. Dengan peningkatan penjualan yang terjadi, banyak pengrajin sarung di Kota Tegal yang mendapatkan pesanan lebih dari biasanya. Hal ini memberikan tambahan penghasilan bagi mereka dan secara tidak langsung membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya sangat bersyukur tahun ini dan menjelang idul fitri 1445H saat ini mengalami kenaikan penjualan ,berkat penjualan di marketplace, Alhamdulillah bisa membantu para pekerja juga dengan penjualan ini dan bisa mengangkat produk lokal tegal ke mancanegara sekaligus bisa membantu para pekerja dengan hasil yang di capai saat ini," ujarnya kepada Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Selasa (2/4).
Tidak heran jika sarung "Pohon Korma" menjadi salah satu pilihan yang diminati oleh masyarakat saat memilih sarung untuk dipakai saat Hari Raya Idul Fitri. Selain kualitas yang baik, sarung ini juga memiliki nilai-nilai lokal yang kental yang membuatnya semakin menarik bagi masyarakat.
Jamaludin juga berharap agar dengan semakin dikenalnya sarung "Pohon Korma" melalui penjualan di marketplace, dapat membantu mempromosikan produk lokal dari Kota Tegal. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi pengrajin sarung dan masyarakat Kota Tegal secara keseluruhan.
Dengan peningkatan penjualan yang terjadi, sarung "Pohon Korma" semakin menunjukkan keberadaannya sebagai produk lokal yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar nasional. Selain menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat, sarung "Pohon Korma" juga menjadi simbol dari kekayaan budaya dan keindahan kota Tegal yang patut untuk terus dilestarikan.