Kementerian PUPR ungkap jelang libur Lebaran, 94 persen ruas jalan siap digunakan
Kementrian PUPR terus melakukan persiapan akhir jelang libur panjang Lebaran 2024 baik di ruas jalan tol, jalan non tol maupun jalan nasional.

Elshinta.com - Kementerian PUPR terus melakukan persiapan akhir jelang libur panjang Lebaran 2024 baik di ruas jalan tol, jalan non tol maupun jalan nasional.
Pemerintah memastikan jalan nasional sepanjang 47.600 km, 94 persen telah siap digunakan. Secara overall persiapan sudah berjalan baik termasuk daerah bencana seperti di Semarang-Demak-Kudus Jawa Tengah yang terendam banjir tinggi sudah bisa dilintasi kendaraan pemudik hingga kota Gresik Jawa Timur.
”Titik-titik banjir seperti di Kudus, Demak Jateng yang cukup lama tergenang banjir tinggi telah dibersihkan, diaspal dan dirapihkan. Jalur tersebut sudah normal kembali dan bisa dilalui masyarakat. Jalur tersebut merupakan jalur vital Pantura yang menghubungkan Semarang-Demak-Kudus-Gresik,” ujar Jubir Kementrian PUPR Endra Atmawijaya dalam wawncara di Radio Elshinta Rabu (3/4/2024)
Endra Atmawijaya menambahkan jalur Selatan sepanjang hampir 1.360 km juga telah siap dilintasi mulai dari Bayah Banten, Sukabumi, Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, sampai Gunung Kidul kemudian Trenggalek sampai Sendang Biru, Malang.
“Jalur Selatan adalah jalur wisata sehingga akan sangat banyak masyarakat yang melintas setelah lebaran, sehingga kita siapkan (jalur) Pantai Selatan Jawa menjadi salah satu ruas jalan yang vital,” ujar Endra.
Endra menjelaskan ruas jalan tol sepanjang 3.030 km terdiri dari 2.836 km jalur tol operasional yang telah diresmikan dan 185 km jalan tol yang difungsikan atau fungsional mulai Jakarta - Cikampek II dari Sadang, Cimanggis - Cibitung KM 25 mulai dari Kota Wisata Cikeas.
Untuk masyarakat yang tinggal di Depok, Bogor, Pamulang bisa akses JORR II dan masih gratis pada libur lebaran tahun ini yang pengoperasiannya mengikuti Korlantas Polri.
Selain itu Endra ungkap mengenai potensi kemacetan di ruas jalan Solo-Jogjakarta. Meski jaraknya terbilang pendek 60-70 km namun karena banyaknya lampu merah di sepanjang jalan tersebut menyebabkan butuh waktu tempuh 3 jam lebih terutama pada masa liburan.
“Untuk itu kita fungsikan ruas tol mulai dari Kartusuro, Colomadu sampai Klaten sepanjang 22 km. Mudah-mudahan membantu masyarakat, menghemat 1/3 jalur Solo-Jogja dan masih gratis,” ungkap Endra.
Endra menambahkan ruas tol Trans Sumatera sepanjang 885 km telah dioperasikan siap digunakan untuk pemudik. Dimulai dari Bandar Lampung, Palembang, Pekan Baru, Dumai, Bukit Tinggi, Medan sampai Stabat, Banda Aceh sampai Sigli yang hampir semuanya sudah tersambung ruas tol.
Sementara tol fungsional dari Tebing Tinggi menuju Parapat sepanjang 47 km bisa dimanfaatkan masyarakat yang akan berwisata ke Danau Toba dan belum dikenakan tarif alias masih gratis.
Namun Masyarakat diimbau mengantisipasi titik-titik yang menjadi sumbatan seperti di rest area, pertemuan akses tol dan jalan nasional atau propinsi, dan lokasi wisata.
Masyarakat bisa mendapatkan informasi ruas tol melalui aplikasi Tol Kita yang bisa didownload sehingga bisa menjadi rujukan untuk menggunakan jalur alternatif jika terjadi kemacetan di ruas tol.
Endra Atmawijaya yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Kementrian PUPR mengatakan pihaknya siap mengantisipasi bencana alam selama libur lebaran.
“Jajaran kami tidak libur, terus bertugas memberikan pelayanan di posko-posko yang tersebar di seluruh ruas jalan Nasional. Kami siaga penuh jika terjadi bencana yang menyebabkan kemacetan, semoga mudik tahun ini berjalan dengan lancar, aman, nyaman masyarakat dapat kembali ke kota asal,” ujarnya menutup wawancara. (Nak)