Momen Ramadan PG Djatiroto rangkul masyarakat perkuat kepedulian sosial
Bulan suci Ramadan 1445 H atau 2024 M menjadi momentum menanamkan nilai-nilai rasa sosial akan sesama, seperti yang dilakukan General Manajer PT., Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula Djatiroto, Kabupaten Lumajang Jawa Timur Agus Priambodo.
Sumber foto: Efendi Murdiono/elshinta.com.Elshinta.com - Bulan suci Ramadan 1445 H atau 2024 M menjadi momentum menanamkan nilai-nilai rasa sosial akan sesama, seperti yang dilakukan General Manajer PT., Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula Djatiroto, Kabupaten Lumajang Jawa Timur Agus Priambodo. Upaya melalui gerakan aksi membagi-bagikan takjil di seputaran bunderan lampu kuning atau jalur menuju pabrik gula terbesar di Jawa Timur ini.
Ratusan takjil berupa kue dan minuman es dibagi-bagikan kepada masyarakat yang melalui jalur bundaran tersebut, dari sebagian jumlah itu juga disalurkan kepada masyarakat sekitar lokasi pabrik gula secara door to door. Idea dari pemuda yang melakukan kegiatan memberikan kemudahan mereka yang menjalankan ibadah puasa untuk sekedar buka puasa.
Sekertaris kegiatan pembagian takjil, Widuri mengatakan terlaksananya kegiatan yang digelar anak-anak pelajar dan masyarakat di Kecamatan Jatiroto atas respon baik dari pimpinan pabrik gula yang telah mendorong menamakan kepekaan rasa sosial.
"Anak-anak kami yang terlibat kegiatan ini tentunya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan besar yang telah dilakukan pabrik gula, dan mereka akan mengingatnya dimasa akan datang yang telah membantu memfasilitasi menumbuhkan rasa sosial," kata Widuri. Kamis (4/4).
Widuri mengakui kegiatan anak-anak muda yang mayoritas pelajar adalah lintas agama, namun lewat berbagai kegiatan yang dilakukan sebelumnya membuat mereka solid dan terjaga rasa menghargai perbedaan keyakinan. Sementara bagian yang sudah usia tua menjadi penyemangat.
Harapan Widuri mewakili kelompok aksi yang digelarnya lewat General Manajer Agus Priambodo ada kegiatan lain yang bisa pihak pabrik gula mensuport, penguatan embrio nilai perekonomian utamanya kepada generasi muda lewat kreativitasnya sangat jadi harapan bagi orang tua mereka.
"Kami harap bentuk perhatian pak Agus Priambodo tidak hanya sampai disini, namun bisa mendorong generasi muda melek peluang kreatif yang bisa menjadi sumber ekonomi dan salah satunya lewat pengelolaan sampah," pungkas Widuri seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.




