Top
Begin typing your search above and press return to search.

Legislatif DIY sindir keras investor pariwisata yang hanya pekerjakan 1 pekerja lokal

Hadirnya investasi di bidang kepariwisataan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah seharusnya memberikan dukungan terhadap desa wisata agar berkembang maju. Pemodal besar yang mengelola kepariwisataan di DIY sudah seharusnya memberdayakan masyarakat sekitar.

Legislatif DIY sindir keras investor pariwisata yang hanya pekerjakan 1 pekerja lokal
X
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com

Elshinta.com - Hadirnya investasi di bidang kepariwisataan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah seharusnya memberikan dukungan terhadap desa wisata agar berkembang maju. Pemodal besar yang mengelola kepariwisataan di DIY sudah seharusnya memberdayakan masyarakat sekitar.

"Ada lho investasi pariwisata di DIY yang janjinya pekerjakan warga, ternyata hanya satu saja pegawai dari lokal," ujar Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto pada Forum Diskusi Wartawan DPRD DIY, Selasa (2/4/2024).

Eko Suwanto yang juga politisi PDIP Kota Yogyakarta mendorong investasi kepariwisataan ke depan yaitu pariwisata harus mampu dinikmati oleh masyarakat Yogyakarta, sehingga tidak hanya menjadi penonton semata. Keberadaan pokdarwis desa wisata yang tersebar di wilayah DIY penting lebih berdaya dan mampu menjadi titik destinasi wisata. Kehadiran imvestasi pariwisata harus didorong untuk menghidupkan dan memdukung desa wisata.

"Bisa dengan model kerjasama BUMDes. Hal penting yang lain pengembangan pariwisata harus perhatikan mitigasi bencana, ini penting," katanya.

Potensi kampung wisata juga desa wisata yang ada di DIY disebutkan bisa menjadi alternatif kunjungan jutaan pemudik yang menuju Yogyakarta maupun sekedar melintasi DIY. Posisi strategis DIY sebagai titik kunjungan dan tempat persinggahan pemudik diingatkan perlu dimanfaatkan untuk sebaik-baiknya.

"DPRD DIY jelas mendorong tumbuhnya pariwisata menjadi penggerak perekonomian rakyat, jutaan orang mudik ke Yogyakarta. Ini perlu pelayanan publik pariwisata yang baik," terangnya.

Menurutnya ada tiga hal pokok yang harus mendapatkan perhatian bersama dalam investasi kepariwisataan ke depan yaitu pariwisata harus mampu dinikmati oleh masyarakat Yogyakarta, tidak hanya jadi penonton saja.

"Destinasi wisata dan investasi pariwisata harus perhatikan daya dukung juga mitigasi resiko bencana. Bagaimana kampung wisata dan desa wisata bisa jadi favorit kunjungan wisatawan. Selama ini masih belum signifikan angka kunjungan ke desa wisata dan pokdarwis siapkan paket wisata," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama,Ketua Koperasi Natawana, Dlingo Bantul, Purwoharsono menyatakan dengan tata kelola pariwisata yang baik di Bantul ada kawasan desa wisata sahabat rimba yang disingkat jadi Dewi Sari.

"Kami dorong desa wisata bisa benar benar berkembang dan terkelola baik. Langkah kerjasama pemberdayaan masyarakat dijalankan. Lewat BUMDes sudah dirintis pelayanan kepariwisataan di desa. Seperti yang ada di Mangunan, Bantul," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire