Top
Begin typing your search above and press return to search.

AS dibuat frustrasi oleh tindakan Israel di Jalur Gaza

Elshinta.com, Amerika Serikat dibuat frustrasi oleh tindakan Israel di Jalur Gaza dan berharap negara Zionis itu memenuhi komitmennya untuk menghentikan ancaman kepada warga sipil di wilayah kantung itu dan mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke sana.\\r\\n

AS dibuat frustrasi oleh tindakan Israel di Jalur Gaza
X
Arsip foto - Warga Palestina mengeluarkan puing-puing kendaraan bantuan kemanusiaan yang rusak berat akibat menjadi sasaran serangan udara Israel. Serangan tersebut mengakibatkan sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, di Deir al-Balah, Gaza, Palestina, Minggu (3/3/2024). (ANTARA/Anadolu)

Elshinta.com - Amerika Serikat dibuat frustrasi oleh tindakan Israel di Jalur Gaza dan berharap negara Zionis itu memenuhi komitmennya untuk menghentikan ancaman kepada warga sipil di wilayah kantung itu dan mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke sana.

Hal ini disampaikan Penasehat Komunikasi Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby dalam wawancara dengan saluran berita ABC pada Minggu.

“... hal ini menunjukkan tingkat frustrasi yang semakin besar yang kami alami terhadap cara pelaksanaan operasi ini dan cara Israel bertindak di lapangan sehubungan dengan jatuhnya korban sipil. Jadi kami semakin frustrasi," kata Kirby.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyakinkan Presiden AS Joe Biden bahwa Israel akan memenuhi permintaan AS, tambah Kirby.

"Kita harus melihat...jika mereka benar-benar memenuhi komitmennya dari waktu ke waktu dengan cara yang berkelanjutan dan dapat diverifikasi sehingga kepercayaan dapat dipulihkan, tidak hanya antara pekerja bantuan dan IDF (angkatan bersenjata Israel], tetapi juga antara masyarakat Gaza dan Israel,” kata Kirby.

Di hari yang sama, Kirby mengatakan kepada CBS News bahwa Washington masih belum melihat bukti bahwa Israel melanggar hukum humaniter internasional selama operasi militernya di Jalur Gaza.

Pada 1 April, tujuh pekerja bantuan dari World Central Kitchen yang berasal dari Australia, Polandia, Inggris, Palestina dan seorang warga negara ganda AS dan Kanada terbunuh dalam serangan Israel di Jalur Gaza. Akibatnya, organisasi kemanusiaan itu menangguhkan operasinya di wilayah itu setelah insiden mematikan tersebut.

Sumber: Sputnik

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire