KNKT sebut butuh waktu 3-4 bulan untuk simpulkan penyebab kecelakaan maut di Tol Japek KM 58
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut terlibat menyelidiki kecelakaan maut di Tol Jakarta Cikampek km 58 yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia. Butuh waktu 3-4 bulan untuk simpulkan penyebab kecelakaan maut di Tol Japek KM 58

Elshinta.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut terlibat menyelidiki kecelakaan maut di Tol Jakarta Cikampek km 58 yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam wawancara di Radio Elshinta Selasa (9/4/2024) menjelaskan KNKT membutuhkan waktu cukup panjang karena harus mengumpulkan banyak data di lapangan, mengumpulkan video baik dari kendaraan yang ada dalam iring-iringan sebelum terjadi kecelakaan, CCTV, dan interview dengan banyak pihak seperti kerabat pengendara Grand Max, kerabat atau keluarga korban, kemudian dianalisa sebelum membuat kesimpulan dan rekomendasi.
"Tahap awal sekitar 1-3 minggu ke depan kita lakukan pengumpulan data termasuk interview yang salah satunya yang melakukan capture saat kecelakaan terjadi, bagaimana mereka beriring-iringan, mungkin melihat (kondisi) mobil itu seperti apa sebelum kecelakaan. Prioritas kita mencari pengendara, pemilik mobil yang ada dash cam yang ikut beriring-iringan dgn mobil Grand Max sebelum kecelakaan," ujar Soerjanto
Soerjanto mengungkap KNKT harus bertemu dan interview teman-teman driver untuk mengetahui bagaimana kesehariannya sebelum mengemudi apakah sudah cukup istirahat, yang tentunya butuh waktu untuk mencari orang-orangnya.
Saat ini KNKT sudah mengumpulkan banyak video dari beberapa angle termasuk CCTV di jalan tol yang nanti akan dianalisa.
Soerjanto Tjahjono berpesan, pelajaran dari insiden kecelakaan maut tersebut adalah menyiapkan dengan baik pengemudi dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.
"Kita harus siapkan diri kita untuk perjalanan jauh, artinya telah istirahat dengan baik, badan sehat, siapkan kendaraan yang secara teknis laik untuk digunakan perjalanan jauh. Harus jujur pada diri sendiri, karena hanya kita yang bisa mengukur kondisi kita," ujar Soerjanto.
Selain itu Soerjanto berpesan untuk berhati-hati menggunakan jalan alternatif yang diberikan melalui peta digital jika terjadi kemacetan. Pastikan bahwa jalur alternatif tersebut tidak ekstrim, layak dan aman untuk dilintasi.
"Perlu diketahui saat mudik ada ratusan ribu kendaraan dan pasti akan menjadikan jalan menjadi over load yang tidak mungkin bisa kita hindari, tetapi kita berusaha memperkecil terjadinya gangguan-gangguan," katanya menutup wawancara. (nak)