UMKM kue kering sagu di Jayapura panen karena hampers Lebaran
Pelaku usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jayapura panen berkah dari hampers Lebaran 2024 yang dipasarkan oleh Ibu Rini Eko Setiani, pemilik Ririens Food di Jayapura.

Elshinta.com - Pelaku usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jayapura panen berkah dari hampers Lebaran 2024 yang dipasarkan oleh Ibu Rini Eko Setiani, pemilik Ririens Food di Jayapura.
Ibu Rini mencatat penjualan hampers Lebaran tahun ini sebanyak 400 pcs lebih. Seluruh hampers berisi kue kering produk-produk lokal dari UMKM Papua yakni tepung sagu.
Rini Eko Setiani sangat bersyukur, produk-produk kue atau UMKM lokal yang dijual di Jayapura dalam bentuk kemasan hampers banyak diminati masyarakat. Target awal penjualan sebanyak 500 pcs hampers produk kue lokal bisa terjual.
“Alhamdulillah, ya penjualan kue kering bahan sagu ini ternyata diluar prediksi kita karena tadinya di awal Ramadan itu yang pesan hampers baru sedikit, tapi sudah prediksi akhir Ramadan itu baru penuh permintaan dan ternyata benar, permintaan hampers itu baru terjadi seminggu akhir Ramadan sampai kita kualahan ya menerima pesanan,” jelas Rini seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Selasa (9/4/2024).
Kepada wartawan Rini menjelaskan, awal untuk menjual kue kering dalam bentuk hampers sejak tahun 2016 adalah untuk mendongkrak penjualan produk lokal. Pada bulan puasa dan Lebaran menurutnya menjadi momentum yang pas membuat produk kue kering banyak. Karena biasanya setiap jelang Lebaran permintaan kue kering dalam paket hampers dari beberapa perusahaan, masyarakat sangat banyak atau meningkat.
“Banyak sekali permintaan hampers maupun kue kering sagu, sampai kita kualahan buatnya karena kita masih manual membuatnya. Bahkan, kita sudah kehabisan tempat hampersnya dan produksi kita tidak seimbang dengan permintaan,” katanya.
Menurut Rini, permintaan kue kering dalam satu hari sebanyak 200 pcs dengan mempekerjakan karyawan sebanyak 6 orang. Untuk paket hampers yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah paket hampers tas jali dengan isi tiga toples kue kering dengan harga Rp270 ribu sampai Rp370 ribu dan harga paling murah Rp120 ribu, sedangkan harga paling tinggi Rp750 ribu sampai Rp1 juta.
“Kalau soal harga hampers tergantung dari jumlah kue dan juga tempatnya. Bahan yang kami gunakan 90 persen sagu Papua ya. Ada 16 produk kue kering yang kami buat setiap hari, dan ada juga jenis kue lainnya tidak gunakan bahan sagu seperti kacang, kue kering bahan tepung beras,”katanya.
Menurutnya, permintaan pembuatan hampers pada Lebaran tahun ini lebih meningkat dibanding Natal tahun 2024 lalu. Pada lebaran ini permintaan hampers meningkat 20 persen dari pada Natal tahun lalu. Sedangkan permintaan kue kering ada yang dari Wamena, dan luar Papua.
Rini menambahkan, selain membuat hampers iya juga menerima pesanan kue paket buka puasa untuk beberapa instansi yang menjalin kerjasama. “Kami menyiapkan snack pagi, paket berbuka puasa,” ucapnya.