Pertamina Patra Niaga tambah 130 ribu tabung LPG di Bali
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menggelontorkan tambahan 138.320 tabung LPG 3 Kg Bersubsidi secara bertahap mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran.

Elshinta.com - Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menggelontorkan tambahan 138.320 tabung LPG 3 Kg Bersubsidi secara bertahap mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran. Pernyatan tersebut disampaikan Ahad Rahedi selaku Area Manager Comm, Rel & CSR Jatimbalinus dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Jumat (12/4).
Hal itu dilakukan untuk menambah rasa aman dan nyaman masyarakat di pulau Bali dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H dan peningkatan wisatawan di masa libur lebaran tahun ini.
Jumlah tersebut 53% dari Konsumsi Normal Harian LPG 3 Kg bulan April sebesar 262.897 tabung/hari atau setara 789 metrik ton/hari
Ahad Rahedi mengatakan, konsumsi LPG secara keseluruhan di bulan Ramadan Idul Fitri diprediksi naik 2,2% dengan puncak konsumsi H-3 hingga H+2 Idul Fitri.
“Kami tidak ingin momen hari raya ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dengan meningkatkan harga jual diatas HET. Sehingga kami persiapkan sekitar 138.320 tabung dengan tujuan menstabilkan harga di masyarakat,” kata Ahad Rahedi.
Stok LPG untuk wilayah Bali cenderung sangat aman. Ditopang oleh 1 terminal LPG, yakni di Supply Point Utama di Integrated Terminal Manggis dengan total stok LPG mencapai 3.356 metrik ton saat ini.
Dengan konsumsi normal harian 816 metrik ton per hari, stok saat ini sangat aman. Adapun tambahan tersebut berbeda besaran tiap kota/kabupaten berdasarkan pantauan kenaikan konsumsi dengan daftar terlampir.
“Setiap kabupaten/kota di pulau Bali mendapatkan tambahan yang bervariasi mulai dari paling kecil 49% hingga 57% dari rata rata konsumsi harian berdasarkan proyeksi peningkatan konsumsi di masing-masing daerah,” tegasnya.
Meski demikian ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang enggan membeli ke Pangkalan LPG resmi Pertamina.
Ia menambahkan bahwa rata-rata alasannya (tidak beli di pangkalan-red) karena praktis cari yang dekat saja. Kalau begitu, ketika harganya melambung di pengecer harusnya masyarakat tidak perlu resah akibat pilihan sendiri.
Menurutnya padahal di Pangkalan tersedia stok LPG melimpah dengan harga sesuai HET. Ini sama halnya seperti mengeluhkan harga BBM eceran.
“Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi pertamina dengan jumlah yang wajar sesuai kebutuhan agar mendapat harga HET Bali Rp 18.000,” tambahnya.