Polisi sebut turis asal China tewas terjatuh ke kawah Ijen Jawa Timur murni kecelakaan
Elshinta.com, Seorang turis perempuan asal negara China inisial HL meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam 100 meter di kawah Ijen Banyuwangi Jatim Sabtu (20/4).

Elshinta.com Seorang turis perempuan asal negara China inisial HL meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam 100 meter di kawah Ijen Banyuwangi Jatim Sabtu (20/4). Koban terjatuh akibat menginjak rok yang dikenakannya saat berfoto di bibir jurang di lokasi yang sudah ada peringatan larangan. .
Kapolsek Licin AKP Junaedi menceritakan kronologi peristiwa yang dialami turis asal negara China. Korban berwisata ke Taman Wisata Alam (TWA) kawah Ijen bersama ZH suaminya dengan didampingi pemandu wisata inisial G. Korban bersama rombongan berangkat dari Paltuding pukul 02.10 wib untuk mendaki G Ijen kemudian turun ke kawah untuk menyaksikan blue fire. Kemudian bersama rombongan naik kembali ke bibir kawah menunggu matahari terbit. Korban dan suaminya berfoto dengan latar belakang matahari terbit, awalnya sang suami seorang diri kemudian istri bergantian berpose seperti yang dilaporkan kontributor Radio Elshinta Suhaili.
"Korban berfoto dengan jarak sekitar 2-3 meter dari bibir kawah kemudian mundur mendekat ke obyek kayu di belakangnya. Namun saat mundur korban menginjak rok yang digunakannya kemudian terjatuh ke jurang," ungkap Kapolsek
Junaedi menjelaskan, petugas TWA dikerahkan untuk evakuasi tubuh korban. Namun karena lokasi jatuhnya korban sulit dijangkau, sehingga butuh waktu sekitar 2 jam mengevakusi korban dengan menggunakan tandu ke RSUD Blambangan Banyuwangi.
"Peristiwa itu adalah murni kecelakaan. Korban sudah diingatkan tidak berfoto di situ karena ada peringatan larangan berfoto, namun korban memaksa untuk berfoto di tempat itu,"ucap Kapolsek
Korban mengalami luka parah diantaranya luka robek di kepala bagian atas kanan, seluruh badan mengalami lecet, patah tulang di kedua kakinya serta pendarahan hidung.
"Petugas sempat kesulitan berkomunikasi karena suami korban karena hanya bisa berbahasa Mandarin. Jasad korban rencannya akan dibawa ke negaranya," jelas Kapolsek AKP Junaedi (nak)