60 organisasi bersatu dalam koalisi global untuk kemerdekaan Palestina
Sebanyak 60 organisasi dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, NTB bersatu dalam koalisi global untuk kemerdekaan Palestina. Koalisi global bertujuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan melindungi Masjid Al Aqsa.
.jpg)
Elshinta.com - Sebanyak 60 organisasi dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, NTB bersatu dalam koalisi global untuk kemerdekaan Palestina. Koalisi global bertujuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan melindungi Masjid Al Aqsa.
Dalam koalisi global mengundang tokoh-tokoh nasional seperti ustaz Ahmad Shabri Lubis, Dr Sarbini dari MER C, aktivis perempuan Nurjanah Hulwani, pegiat media sosial serta tamu undangan dari Maladewa, Turki, dan Diaspora Palestina (orang Palestina yang tinggal di Indonesia). Acara yang diinisiasi oleh Masyarakat Dunia untuk Al Aqsa dan Kemerdekaan Palestina (Global Coalition for Quds and Palestine - GCQP) mengumpulkan perwakilan dari organisasi kepemudaan, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat sipil.
Ketua pelaksana kegiatan koalisi global, Ustaz Oke Setiadi Affendi mengatakan tujuan dari koalisi ini adalah untuk mengoordinasikan upaya bersama agar perjuangan untuk Palestina menjadi lebih terfokus dan terorganisir. Dia menjelaskan bahwa melalui program mempersaudarakan keluarga atau individu dengan keluarga di Gaza, serta penggalangan dana untuk bantuan.
"Koalisi ini diperlukan agar perjuangan kita terhadap kemerdekaan Palestina tidak hanya bersifat sporadis tetapi terorganisir dengan baik. ereka berharap dapat memberikan dukungan yang lebih konkret," ujar Ustaz Oke Setiadi dalam keterangannya, Selasa (30/4).
Acara tersebut juga menyoroti situasi yang memprihatinkan di Gaza dan peran koalisi global dalam upaya pembebasan Masjid Al Aqsa. Wasekjen Global Coalition for Quds and Palestine (GCQP), Ahmad Al-Athowunah, menekankan pentingnya strategi aktif untuk memerdekakan Palestina.
"Kami memerlukan koalisi aktif baik personal, komunitas, dan organisasi untuk Palestina," katanya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin.
Sejumlah peserta yang diundang, seperti DR Akmal Syafril dari Sekolah Pemikiran Islam. Akmal menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini dan harapan agar koalisi ini dapat menjadi dorongan kuat untuk mempercepat kemerdekaan Palestina.
“Semoga akan ada dukungan yang lebih kuat lagi sehingga dapat mempercepat kemerdekaan palestina,” harapnya.
Rencananya, koalisi ini akan mengadakan pertemuan di Istanbul pada 18-19 Mei yang akan dibuka oleh Presiden Erdogan. Nantinya koalisi global mempunyai agenda membahas strategi dan administrasi terpusat guna mencapai persatuan visi dalam perjuangan kemerdekaan Palestina.