Top
Begin typing your search above and press return to search.

22 kepala OPD desak Sekda Cianjur mundur

Sebanyak 22 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pembkab Cianjur, Jawa Barat mendesak Sekretaris Daerah (Sekda) Cecep A Alamsyah agar mundur dari jabatannya. Desakan itu, dituangkan dalam surat pernyataan sikap yang ditandatangani para kepala OPD itu.

22 kepala OPD desak Sekda Cianjur mundur
X
Sumber foto: Angga Purwanda/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 22 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pembkab Cianjur, Jawa Barat mendesak Sekretaris Daerah (Sekda) Cecep A Alamsyah agar mundur dari jabatannya. Desakan itu, dituangkan dalam surat pernyataan sikap yang ditandatangani para kepala OPD itu.

Kepala Inspektorat Daerah (Itda) Kabupaten Cianjur, Endan Ramdani mengaku satu di antara puluhan kepala OPD yang ikut menandatangani surat pernyataan sikap terkait desakan mundur Sekda Kabupaten Cianjur.

Endan mengungkapkan, desakan mundur itu karena terjadinya disharmonisasi antara para kepala OPD, Bupati, dan Sekda dalam menjalankan roda pemerintahan di lingkungan Pemkab Cianjur.

"Asli tandatangan saya, motifnya sama dengan isi di dalam surat pernyataan sikap menyikapi dinamika disharmonisasi antara kepala OPD, Sekda dan Bupati Cianjur Herman Suherman," kata Endan, kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Cianjur.

Endan menyebutkan, surat pernyataan itu ditandatangani saat waktu bersamaan dengan pertimbangan pribadi setiap kepala OPD.

"Yang menjadi heran, kenapa surat ini bisa beredar luas, kan ini pernyataan pribadi kami (Kepala OPD). Cukup kaget apalagi ini menjadi ramai dan gaduh," ujarnya.

Menyikapi adanya desakan untuk mundur dari jabatannya sebagai Sekda Kabupaten Cianjur, Cecep A Alamsyah mengatakan upaya yang dilakukan para kepala OPD dinilai tidak mendasar dan terlalu kekanak-kanakan.

"Bukan seperti ini, semua ada aturannya. Tidak sekedar membuat petisi mendesak saya mundur sebagai Sekda. Jika memang dasarnya disharmonisasi, yang mana. Semua perangkat OPD berjalan baik, bahkan bupati sendiri tidak pernah menyinggung atau menegur saya terkait hal itu," ujar Cecep.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengaku tidak mengetahui persis dengan beredarnya surat pernyataan sikap dari para kepala OPD itu.

Namun, Herman juga tidak menampik dengan situasi yang terjadi dalam tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemkab Cianjur.

"Sebetulnya kondisi ini bukan yang kali pertama. Saya juga sudah sempat beberapa menerima surat serupa, baik dari kepala OPD, camat bahkan dari kepala desa terkait kinerja Sekda (Cecep A Alamsyah) yang dinilai sudah tidak dapat bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan," kata Herman seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Angga Purwanda, Kamis (2/5).

Herman meminta sekda agar bekerja dengan baik dan menjalankan tugas serta fungsinya sesuai dengan yang telah ditetapkan.

"Jika memang ada desakan itu (Sekda mundur) yang ditandatangani beberapa kepala OPD jelas ini desakan dari bawah. Sekda seharusnya bekerja fokus dan lebih baik," jelasnya.

Sementara itu, diketahui surat petisi mendesak Sekda Kabupaten Cianjur Cecep A Alamasyah untuk mundur dari jabatannya beredar luas dalam surat itu, sejumlah kepala OPD ikut menandatangani di antaranya Asisten Daerah 1, Arif Purnawan, Asisten Daerah 2, Budi Rahayu Toyib, Asisten Daerah 3, Dedi Supriadi, Staf Ahli Bupati, Dudun Abdulah, Ahmad Danial, Rahmat Hartono, Kepala Dinas PUTR Eri Rahadian, dan beberapa kepala OPD lainnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire