Menolak diajak rujuk, pria di Majalengka nekat bakar mobil dan rumah mantan istri
Seorang pria di Kabupaten Majalengka nekat membakar mobil dan rumah milik mantan istrinya. Peristiwa terjadi dilakukan pelaku karena korban tidak mau diajak rujuk.

Elshinta.com - Seorang pria di Kabupaten Majalengka nekat membakar mobil dan rumah milik mantan istrinya. Peristiwa terjadi dilakukan pelaku karena korban tidak mau diajak rujuk.
Akibatnya Yeni Susilawati, warga Desa Kumbung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka Jawa.barat harus menderita kerugian materi setelah mobil dan rumahnya dibakar mantan suaminya, inisial IS.
Peristiwa nahas yang dialami Yeni terjadi pada Selasa (7/5/2024) sore. Dimana Tempat Kejadian Perkara (TKP) sendiri berada di dua tempat yakni Desa Cipinang dan Desa Kumbung.
Yeni mengaku menikah selama enam bulan dengan IS. Sekitar dua pekan yang lalu, mereka memutuskan untuk bercerai.Setelah bercerai, kata Yeni, mantan suaminya kerap meminta untuk rujuk.
"Pisah baru dua pekan. Jadi dia nggak terima saya tolak, pengennya rujuk lagi," kata Yeni.Akibat peristiwa itu, Yeni mengaku mengalami kerugian cukup besar. Selain mobil, beberapa barang berharganya juga ikut terbakar.
"Mobil dan rumah dibakar. Hampir setengah rumah kebakar. Sekarang pindah dulu, sama orang tua," kata dia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (8/5).
Saat masih bersama, Yeni mengaku mantan suaminya memiliki karakter yang kasar. Hal itulah yang membuat dirinya menolak untuk kembali diajak rujuk.
"Saya gak mau (rujuk), soalnya dia suka mabuk, suka mukulin, suka KDRT," kata dia.
Dijelaskannya, saat masih berstatus sebagai suami-istri, pelaku kerap melakukan pemukulan. Namun, pelaku mengaku tidak sadar melakukan kekerasan itu.
"Waktu masih bareng suka mukul gitu, tapi katanya gak sadar. Tapi kan saksinya ada anak. Dia orang Sukaraja Kulon (Kecamatan Jatiwangi)," katanya.
Sebelum kejadian pada Selasa sore, Yeni mengaku dirinya kerap menerima ancaman dari pelaku. Ancaman itu disampaikan lewat aplikasi percakapan.
"Sering ada ancaman dari pelaku, ancaman lewat telepon, sms, pesan WhatsApp," kata dia.
Beberapa ancaman yang diterimanya, di antaranya kekerasan berupa akan menyiram dengan menggunakan air keras.
"Banyak. Ada ancaman mau membakar rumah, mobil. Mau nyiram muka saya pake air keras juga," kata dia.
Sementara itu, untuk pemeriksaan lebih lanjut, saat ini petugas memasang garis polisi di rumah milik Yeni. Beberapa bagian terlihat masih gosong, dan bagian dalam berantakan.