Top
Begin typing your search above and press return to search.

8 Mei 2018: 155 napi terorisme sandera perwira Polri di Mako Brimob Kelapa Dua

Elshinta.com, Pada tanggal 8 Mei 2018, Indonesia digemparkan oleh peristiwa penyanderaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sebanyak 155 narapidana teroris menyandera sejumlah petugas polisi di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut. Peristiwa ini memicu respons tegas dari aparat keamanan, menandai salah satu momen paling tegang dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia.

8 Mei 2018: 155 napi terorisme sandera perwira Polri di Mako Brimob Kelapa Dua
X
Salah seorang napi teroris mengangkat tangan saat keluar dari rumah tahanan cabang Salemba di kompleks Mako Brimob, Senin (10/05).(AFP/DOK.Polri)

Elshinta.com - Pada tanggal 8 Mei 2018, Indonesia digemparkan oleh peristiwa penyanderaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sebanyak 155 narapidana teroris menyandera sejumlah petugas polisi di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut. Peristiwa ini memicu respons tegas dari aparat keamanan, menandai salah satu momen paling tegang dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia.

Mako Brimob Kelapa Dua adalah lembaga pemasyarakatan yang dikenal sebagai tempat penahanan untuk narapidana teroris di Indonesia. Pada tanggal 8 Mei 2018, suasana tegang memenuhi lingkungan sekitar Mako Brimob ketika sekelompok narapidana teroris melakukan tindakan penyanderaan terhadap petugas polisi yang bertugas di sana.

sekitar 155 narapidana teroris melakukan aksi penyanderaan terhadap sejumlah petugas polisi di dalam Mako Brimob Kelapa Dua. Mereka memprotes kondisi tahanan serta pengawasan keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut. Penyanderaan tersebut menciptakan situasi tegang dan memicu respons cepat dari aparat keamanan.

Dalam beberapa hari berikutnya, aparat keamanan melancarkan operasi untuk menumpas penyanderaan tersebut. Operasi tersebut tidak berjalan mulus dan memicu bentrokan antara polisi dan para narapidana. Pertempuran sengit terjadi di dalam Mako Brimob, menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak.

Setelah penyanderaan berhasil diakhiri, pemerintah Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di lembaga pemasyarakatan. Kejadian ini juga memicu peninjauan kembali kebijakan terkait pengawasan terhadap narapidana teroris di Indonesia. Peristiwa ini memberikan pelajaran berharga bagi aparat keamanan dan pemerintah dalam menghadapi ancaman terorisme di Indonesia.

Sumber : 16

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire