Top
Begin typing your search above and press return to search.

12 Mei 1998: Tragedi Trisakti, panggilan perubahan yang berujung tragedi

Elshinta.com,  Pada tanggal 12 Mei, Indonesia terguncang oleh peristiwa yang mengguncang hati dan jiwa bangsa. Tragedi Trisakti, sebuah peristiwa yang tidak hanya meninggalkan luka mendalam pada sejarah negara ini, tetapi juga mengilhami semangat perubahan yang berkelanjutan.

12 Mei 1998: Tragedi Trisakti, panggilan perubahan yang berujung tragedi
X
Dokumentasi - Mahasiswa dengan foto empat orang korban tragedi Mei mengikuti Peringatan 18 Tahun Tragedi 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta (12/5/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Elshinta.com - Pada tanggal 12 Mei, Indonesia terguncang oleh peristiwa yang mengguncang hati dan jiwa bangsa. Tragedi Trisakti, sebuah peristiwa yang tidak hanya meninggalkan luka mendalam pada sejarah negara ini, tetapi juga mengilhami semangat perubahan yang berkelanjutan.

Trisakti University, sebuah institusi pendidikan tinggi yang terkenal di Jakarta, menjadi saksi bisu tragedi ini. Pada tahun 1998, di tengah-tengah ketegangan politik yang merajalela, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan aspirasi mereka untuk reformasi politik dan ekonomi yang lebih baik. Mahasiswa dari Trisakti University, bersama dengan mahasiswa dari universitas lainnya, berpartisipasi dalam demonstrasi damai untuk mendesak rezim Orde Baru yang otoriter untuk melakukan perubahan.

Namun, tuntutan mereka tidak didengar. Pada 12 Mei 1998, dalam apa yang seharusnya menjadi demonstrasi damai, tragedi yang mengerikan terjadi. Pasukan keamanan membubarkan para pengunjuk rasa dengan kekerasan, menyebabkan korban jiwa di antara para mahasiswa. Empat mahasiswa Trisakti, Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie tewas tertembak di area kampus. Keempat mahasiswa ini, sejak itu dikenal sebagai "Trisakti Heroes", menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan penindasan.

Baca juga Mengenang Tragedi Trisakti

Tragedi Trisakti memicu gelombang protes yang lebih luas di seluruh Indonesia. Jutaan orang turun ke jalan-jalan dalam solidaritas dengan mahasiswa dan menuntut reformasi politik yang lebih besar. Kekerasan dan ketidakadilan yang terjadi pada hari itu membangkitkan semangat nasionalisme dan keinginan untuk perubahan yang lebih besar. Demonstrasi ini, dikenal sebagai Reformasi 1998, akhirnya menggulingkan rezim Orde Baru dan membuka jalan bagi era demokrasi yang baru di Indonesia.

Namun, meskipun tragedi ini membawa perubahan yang sangat dibutuhkan, namun tidak bisa dilupakan bahwa itu juga meninggalkan luka yang mendalam di hati banyak orang. Keluarga korban, teman-teman, dan masyarakat umum terus merasakan dampaknya hingga hari ini. Tragedi Trisakti adalah pengingat yang menyedihkan akan harga yang harus dibayar dalam perjuangan untuk keadilan dan kebebasan.

Sekarang, setiap tahun pada tanggal 12 Mei, bangsa Indonesia memperingati Tragedi Trisakti sebagai hari yang menginspirasi untuk menghargai perjuangan mahasiswa dan untuk mengingatkan diri sendiri akan pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan.

Tragedi Trisakti mengajarkan kepada kita bahwa meskipun jalannya menuju perubahan sering kali sulit dan penuh tantangan, namun kita tidak boleh berhenti berjuang untuk keadilan, kebebasan, dan demokrasi yang sejati.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire