Tingkatkan implementasi Sakip, Pj Bupati Langkat dialog dengan Kementerian PAN-RB
Dalam rangka implementasi Sistem Sakip di Pemerintah Kabupaten Langkat, Pj Bupati Langkat, Sumatera Utara M. Faisal Hasrimy, bersama seluruh kepala OPD melakukan zoom meeting dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam rangka koordinasi dan pra evaluasi atas akuntabilitas kinerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, bertempat di ruang LCC Kantor Bupati Langkat, Senin (13/5).

Elshinta.com - Dalam rangka implementasi Sistem Sakip di Pemerintah Kabupaten Langkat, Pj Bupati Langkat, Sumatera Utara M. Faisal Hasrimy, bersama seluruh kepala OPD melakukan zoom meeting dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam rangka koordinasi dan pra evaluasi atas akuntabilitas kinerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, bertempat di ruang LCC Kantor Bupati Langkat, Senin (13/5).
Dialog melalui zoom meeting tersebut antara Pemerintah Kabupaten Langkat dengan Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan I yang diwakili Dwi Slamet Riadi.
Pada tahun 2023, Kabupaten Langkat mendapatkan predikat B dengan nilai 61,76. Tentunya di tahun 2024 ini, peningkatan menjadi hal yang harus dikejar oleh Pemerintah Kabupaten Langkat. Target 2024, penilaian sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (sakip) pemerintah Kabupaten Langkat di predikat BB dengan nilai 70-80.
Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy menyampaikan, untuk mencapai target tersebut, perlunya koordinasi dan konsultasi kepada Kementerian PAN-RB. "Kami Pemerintah Kabupaten Langkat berharap nantinya lewat dialog ini muncul rekomendasi pendorong peningkatan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di Pemerintah Kabupaten Langkat," harap Pj Bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Kamis (16/5).
Pj Bupati Langkat juga menyampaikan usaha dalam peningkatan sakip di Pemerintah Kabupaten Langkat sudah dilaksanakan dengan berbagai upaya, diantaranya evaluasi capaian kinerja dan target kepala OPD setiap minggu dan membuat inovasi setiap bulan.
"Evaluasi setiap ini capaian kerja yang sudah dilaksanakan selama satu minggu terus kami laksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja kedepan. Kami juga menekankan kepada jabatan pimpinan tinggi dan administrator wajib membuat satu inovasi setiap bulannya," katanya.
"Kami juga menekankan bagi yang tidak patuh, tunjangan kinerjanya akan kami hold, karena tunjangan kinerja merupakan reward yang diberikan atas kinerjanya," tambahnya.
Faisal Hasrimy tegaskan pengukuran kinerja atas target akan kita kawal secara berkala setiap bulan dengan adanya ini diharapkan menguatkan komitmen para OPD untuk mencapai target kinerja yang dijanjikan.