Kurikulum Merdeka buka banyak peluang bagi guru sejarah
Kurikulum Merdeka atau Kurikulum Nasional membuka banyak peluang bagi guru sejarah untuk berkarya dan meningkatkan kompetensi.

Elshinta.com - Kurikulum Merdeka atau Kurikulum Nasional membuka banyak peluang bagi guru sejarah untuk berkarya dan meningkatkan kompetensi.
Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Jawa Tengah, Heni Purwono dalam kegiatan Sosialisasi Capaian Pembelajaran Sejarah dan Berbagi Praktik Baik bagi puluhan Guru sejarah di Kabupaten Banjarnegara, Selasa (14/5/2024) di Aula Hatta, SMKN 1 Bawang Banjarnegara.
Paling tidak, jelas Heni, ada dua peluang bagi guru sejarah untuk berkembang. "Pertama keberadaan Mata Pelajaran Sejarah Tingkat Lanjut membuka jam pelajaran sejarah hingga 5 jam tiap pekan. Kedua, perspektif sejarah saat ini lebih Indonesia sentris, bahkan sangat mengakomodir sejarah lokal. Keduanya tentu secara dalil kebangsaan akan memperkuat penanaman nilai sejarah dalam diri siswa," jelas Heni seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Yanuar, Jumat (17/5).
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMK Afid Purnomo menimpali bahwa kesempatan tersebut harus dimanfaatkan oleh para guru sejarah untuk menyusun juga sumber sejarah lokal.
"Selama ini kita sangat terbatas dengan sumber materi sejarah lokal. Maka mari gunakan kesempatan ini untuk mulai menyusun modul sejarah lokal yang terkoneksi dengan sejarah nasional," ajak Afid.
Hal serupa diserukan Ketua AGSI Banjarnegara Candra Bahara, menurutnya Kurikulum Merdeka dengan segala instrumen pendukungnya harus dioptimalkan oleh para guru sejarah.
"Ada Platform Merdeka Mengajar, Program Pendidikan Guru Penggerak dan lainnya. Mari kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk peningkatan kompetensi guru sejarah," ajak Candra.
Rencananya kegiatan Berbagi Praktik Baik Guru Sejarah ini akan dilaksanakan secara berkala bergiliran secara daring maupun luring antar sesama guru. Saat ini para guru memiliki kewajiban melaksanakan pengembangan kompetensi mengingat ada tagihannya dalam E Kinerja ASN dan Juga PMM. Para guru berlomba mengumpulkan poin minimal 32 dengan bukti fisik sertifikat, agar memperoleh predikat minimal Baik setiap semesternya.