Top
Begin typing your search above and press return to search.

Peringati Hari Buku, jemaat GSJA membaca Alkitab nonstop

Puncak peringatan Hari Buku Nasional, yang jatuh pada 17 Mei 2024, para Jemaat Gereja Sidang Jemaat Allah Immanuel (GSJA) Boyolali Jawa Tengah mengadakan baca Alkitab nonstop yang terdiri dari 66 buku, 1.189 pasal, 30.861 ayat dan 773.692 kata. Acara pembacaan kitab nonstob tersebut disiarkan langsung di platform Youtube. Pembacaan ini akan dilakukan sampai selesai.

Peringati Hari Buku, jemaat GSJA membaca Alkitab nonstop
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Puncak peringatan Hari Buku Nasional, yang jatuh pada 17 Mei 2024, para Jemaat Gereja Sidang Jemaat Allah Immanuel (GSJA) Boyolali Jawa Tengah mengadakan baca Alkitab nonstop yang terdiri dari 66 buku, 1.189 pasal, 30.861 ayat dan 773.692 kata. Acara pembacaan kitab nonstob tersebut disiarkan langsung di platform Youtube. Pembacaan ini akan dilakukan sampai selesai.

Pembacaan Alkitab dilakukan secara bergantian antar departemen terdiri dari anak-anak, tunas remaja, remaja, kaum muda, kaum wanita, kaum pria dan lansia, pembaca termuda berumur 8 tahun dan tertua 80 tahun.

"Selain membaca Alkitab Nonstop kami juga mengadakan baca ayat Alkitab beberapa bahasa yakni Bahasa Ibrani, Bahasa Yunani, bahasa Indonesia dan bahasa Jawa oleh Pdt. Tatiek Poerwatiningsih Pdm. Yodi Kristia, S. Th. , Pdm. Stefani, M. Th. dan Stefanus Suwarto, S. Pd.

"Harapan dari acara ini masyarakat bisa mengenal Alkitab, Firman Tuhan yang dibukukan, yang sudah di terjemahkan ke lebih dari 6.000 bahasa. Termasuk bahasa bahasa suku di dunia," kata Pendeta GSJA Imanuel Boyolali, Kris Handrika Imanuel Raharjo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Jumat (17/5).

Kris berharap melalui acara ini semua orang boleh tergugah untuk kembali rajin membaca, khususnya Kitab Suci supaya benar-benar memahami apa yang diperintahkan Tuhan untuk dikerjakan serta menjauhi larangan-Nya.

Ditambahkannya, melalui acara ini diharapkan semua Jemaat Tuhan dapat setia membaca kitab suci sebagai penuntut hidup dalam kehidupan sehari hari dan dapat menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat yang beragam di Indonesi.

"Dengan peringatan ini diharapkan anak-anak jaman sekarang yang senang membaca di handphone bisa kembali senang membaca buku buku konvensional, sehingga bisa menerima pengetahuan pengetahuan baru," ujar Kris.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire