Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pupuk organik cair produk IPB Sukses diujicobakan di Sukoharjo

Pemerintah Kabupeten Sukoharjo, Jawa Tengah sambut antusias inovasi pertanian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan pupuk organik cair. Pemkab berharap pupuk organik ini akan menggantikan atau setidaknya mengurangi penggunaan pupuk kimia oleh petani di Sukoharjo.

Pupuk organik cair produk IPB Sukses diujicobakan di Sukoharjo
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupeten Sukoharjo, Jawa Tengah sambut antusias inovasi pertanian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan pupuk organik cair. Pemkab berharap pupuk organik ini akan menggantikan atau setidaknya mengurangi penggunaan pupuk kimia oleh petani di Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, pengembangan pupuk organik difokuskan pada peningkatan produktivitas lahan dan pemulihan kualitas tanah secara berkelanjutan. Produk pupuk telah melalui uji coba lahan di Desa Kragilan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Diaplikasikan pada varietas padi yang juga dikembangkan oleh IPB yakni IPB 9G mendapatkan hasil yang memuaskan.

"Mudah-mudahan panen petani tambah baik dan tanah tetap subur," kata Bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (20/5).

Etik meminta, Dinas Pertanian dan Perikanan menyosialisasikan inovasi pertanian tersebut kepada seluruh petani. Memberikan pemahaman untuk menugurangi penggunaan pupuk kimia guna menjaga kesuburan lahan. Hal tersebut akan sangat membantu meningkatkan produksi pertanian serta menjaga lingkungan pertanian tetap berkualitas. Pihaknya akan mempertahankan sektor pertanian dalam jangka panjang yang sampai saat ini menjadi lumbung padi nasional.

"Sukoharjo tetap jadi lumbung padi," ujarnya.

Sementara, Rektor IPB Arif Satria yang berkesempatan mengunjungi Sukoharjo mengungkapkan, pupuk cair hayati yang diujicobakan di Sukoharjo merupakan inovasi pertanian ramah lingkungan. Telah melalui riset kemeterian pertanian mampu meningkatkan produktivitas pertanian dari 0,5 - 1,5 ton per hektar. Akan lebih optimal apabila disandingkan dengan varietas padi IPB 9G yang tahan lahan kering maupun sawah basah.

"Awalnya varietas padi yang kami kembangkan adalah Padi Gogo untuk lahan kering, tetapi hasilnya malah jadi varietas amfibi," ungkap Arif.

Petani, lanjut dia, bisa menghemat pupuk kimia hingga 40 persen untuk varietas tersebut dan hemat sekitar 20 persen untuk varietas padi lain. Pengembangan inovasi pertanian dari lingkungan akademis ini juga telah diperkenalakan pada kabupaten lain di Indonesia.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire