PKB dan Partai Nasdem Sukoharjo sepakat gabung satu fraksi di DPRD
Partai politik lolos parlemen di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah namun tidak cukup jumlah membentuk komposisi fraksi sepakat bergabung. Total ada tiga parpol yang tidak memenuhi jumlah minimal pembentukan fraksi yakni empat kursi di Sukoharjo.

Elshinta.com - Partai politik lolos parlemen di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah namun tidak cukup jumlah membentuk komposisi fraksi sepakat bergabung. Total ada tiga parpol yang tidak memenuhi jumlah minimal pembentukan fraksi yakni empat kursi di Sukoharjo.
Tiga parpol tersebut PKB dengan tiga kursi, PAN hanya tiga kursi dan Partai Nasdem diwakili satu kursi saja. Maka ketiganya harus bergabung dengan partai lain untuk memenuhi minimal empat kursi untuk membentuk satu fraksi di DPRD.
Caleg terpilih incumbent dari PKB Sukoharjo, Suhardi mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi politik dengan Partai Nasdem setelah penetapan hasil Pemilu 2024. Kemudian berkomitmen bergabung dalam membentuk fraksi di DPRD Sukoharjo periode 2024 - 2029.
Intensitas komunikasi antara kedua parpol ini sudah terjalin sejak gelaran Pemilu lalu, khususnya pemilu presiden (Pilpres). Karena memang PKB dan Partai Nasdem dalam satu koalisi saat pilpres.
"Kami sudah berkomunikasi dan bersepakat bergabung dalam satu fraksi," kata Suhardi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (20/5).
Ia menyebutkan, selain PKB dan Nasdem, PAN juga tidak memiliki cukup kursi untuk membentuk fraksi di DPRD. Namun sejauh ini belum ada pembicaraan lebih lanjut dengan PAN terkait ajakan bergabung menjadi satu fraksi.
Artinya masih terbuka peluang PAN bergabung dan PKB dan Nasdem atau akan bergabung dengan parpol lain yang telah memenuhi syarat jumlah fraksi seperti PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra maupun PKS.
"Dengan PAN memang sama sekali belum ada pembicaraan," ujarnya.
Suhardi menegaskan, komitmen bergabung menjadi satu fraksi ini berbeda dengan koalisi untuk pemilu. Masing-masing parpol dalam fraksi gabungan memungkinkan berbeda koalisi. Mitra koalisi untuk kepentingan pemilu tidak akan berpengaruh pada kinerja fraksi lima tahun kedepan. Kerjasama dalam fraksi lebih fokus pada tugas-tugas kedewanan.