Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jelang Waisak, puluhan Bhiku Tudong akhiri perjalanan spiritual di Candi Borobudur

Lebih dari 40  Bhiku Tudong mengakhiri perjalanan spiritualnya di Candi Borobudur pada Senin (20/5/2024) siang. Mereka telah menempuh perjalanan sejauh 60 km dari Semarang. Tahun ini merupakan yang kedua kali, para bhiku melakukan perjalanan Tudong menjelang Waisak.

Jelang Waisak, puluhan Bhiku Tudong akhiri perjalanan spiritual di Candi Borobudur
X
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Lebih dari 40 Bhiku Tudong mengakhiri perjalanan spiritualnya di Candi Borobudur pada Senin (20/5/2024) siang. Mereka telah menempuh perjalanan sejauh 60 km dari Semarang. Tahun ini merupakan yang kedua kali, para bhiku melakukan perjalanan Tudong menjelang Waisak.

Para bhiku yang melakukan perjalanan spiritual ini berasal dari Thailand, Singapura, Malaysia, Korea dan Indonesia. Perjalanan ini dipimpin oleh Bhante Kamsai Sumano Mahathera.

Mereka masuk kawasan candi melalui pintu Gerbang Kalpataru sekitar pukul 13. 53 WIB. Selanjutnya mereka menuju ke Restoran Manohara untuk melepas lelah, sebelum naik ke bangunan candi. Minuman dan makanan ringan sudah disediakan panitia untuk disantap para bhiku, sekaligus memulihkan stamina.

Bhiku Kamsai mengatakan, selama melakukan perjalanan tudong, dirinya merasa mendapatkan banyak hal baru. Salah satunya, masyarakat di sepanjang perjalanan selalu menyambut mereka, terutama anak-anak sekolah. "Semua tahu ada tudong, kemudian menyambut," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Selasa (21/5).

Hal itu menjadi satu hal untuk meningkatkan persaudaraan, kerukunan dan kanan kiri menjadi saudara. Hal itu menjadikan mereka lebih semangat.

Yang mengesankan, dirinya pernah berangkat jam 05 pagi dari suatu tempat. Sampai di jalan, rombongan kaget karena banyak bunga mawar sebagai bentuk sambutan. "Itu artinya mereka menyambut kedatangan kami sudah sejak sebelum jam lima. Kami merasa di terima, minuman, makanan, buah-buahan, sandal, obat-obatan, semua gotong royong, tidak hanya dari umat Budha saja. Tapi semua masyarakat seolah mendukung bhiku tudong berjalan menuju candi Borobudur dengan selamat," imbuh Bante Kamsai.

Menyinggung tentang cuaca yang saat ini sedang panas, banthe Kamsai mengatakan, rombongan punya trik agar tidak kelelahan, yakni berjalan sejauh 5-7 km kemudian istirahat, begitu seterusnya. Apabila cuaca dinilai akan terik, maka rombongan akan berangkat lebih pagi pukul 05.00 WIB.

Salah satu bhiku tudong dari Thailand, Phraathikan Suphit yang baru pertama kali ikut tudong mengaku tidak menyangka, karena ternyata Indonesia seperti ini. "Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, menyambut para bhiku tudong dengan suka cita" tuturnya.

GM PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Jamal Mawardi yang juga ikut menyambut pedatangan bhiku Tudong mengatakan, pihak TWCB menyambut kedatangan mereka, sebagai apresiasi atas perjalanan mereka dari Semarang dan berakhir di Candi Borobudur. Mereka yang menyambut beberapa diantarnya dari DPP Walubi, Walubi Jateng, Pemkab dan juga In Journey.

Berbeda dengan tahun lalu dimana penyambutan dilakukan di Gerbang Kalpataru, namun karena faktor cuaca maka mereka disambut di Restoran Manohara.

Para bhiku tudong kemudian melakukan pradaksina di stuktur candi dan berdoa. Setelah mengikuti detik- detik Waisak, mereka akan melanjutkan perjalana ke Jambi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire