Kurangi pengangguran, para pencari kerja serbu Job Fair di SMK Muhamadiyah 04 Boyolali
Para pencari kerja dari berbagai daerah di Kabupaten Boyolali dan luar Kabupaten Boyolali Jawa Tengah menyerbu job fair yang digelar SMK Muhamadiyah 04 Boyolali, Selasa (21/5).

Elshinta.com - Para pencari kerja dari berbagai daerah di Kabupaten Boyolali dan luar Kabupaten Boyolali Jawa Tengah menyerbu job fair yang digelar SMK Muhamadiyah 04 Boyolali, Selasa (21/5). Para pencari kerja tersebut datang di Job Fair menuju stand-stand penyedia lapangan kerja yang diikuti 21 perusahaan dan lembaga pendidikan di Kabupaten Boyolali dan luar Boyolali.
Kepala Sekolah SMK Muhamadiyah 04 Boyolali, Suprap mengatakan, pihaknya memfasilitasi antara alumni SMK khususnya dan masyarakat umumnya yang butuh pekerjaan."Kami mempertemukan antara pencari kerja dan perusahaan di job fair ini. Sehingga sama sama untung antara pencari kerja dan perusahaan. Kami berharap semua alumni yang ingin kerja bisa terserap semuanya," kata Kepala SMK Muhamadiyah 04 Boyolali, Suprap seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Selasa (21/5).
Lebih lanjut Suprap mengatakan, berkaca dari kegiatan yang sama sebelumya, kegiatan job fair sangat membantu dalam penyerapan alumninya dalam mencari kerja. Tahun sebelumnya kegiatan tersebut diikuti lebih dari seribu peserta dan telah dilaporkan ke Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja setempat.
"Prediksi kami kegiatan ini diikuti lebih banyak peserta dibanding tahun sebelumnya," ujar Suprap.
Sementara itu Kasi SMK, Cabang Dinas Pendidikan wilayah V Kabupaten Boyolali, Sihono mengapresiasi kegiatan yang digelar SMK Muhamadiyah 04 Boyolali. "Kami berharap digelarnya job fair ini dapat mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Boyolali. Semua stake holder bersinergi untuk mengentaskan anak-anak peserta didik agar dapat kerja sesuai dengan kompetensinya," kata Sihono.
Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Boyolali, Nurul Adi Samsiah mengatakan, perusahaan yang sifatnya banyak pemenuhan kebutuhan,pihaknya berusaha pelaksanaan rekrutmennya di Boyolali atau di Diskopnaker. Kemudian Diskopnaker langsung ikut mengawasi.
"Selain itu kita juga bisa mengetahui berapa jumlah pengangguran di Boyolali," pungkas Nurul Adi Samsiah.