Jamaah Calon Haji Indonesia Terjamin Makannya Termasuk Saat Armuzna
Jamaah Calon Haji Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan menu makanan harian selama di tanah Suci Mekkah karena Pemerintah Indonesia telah menjamin kebutuhan konsumsi jemaah selama musim haji

Elshinta.com - Jamaah Calon Haji Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan menu makanan harian selama di tanah Suci Mekkah karena Pemerintah Indonesia telah menjamin kebutuhan konsumsi jemaah selama musim haji. Kasie Konsumsi PPIH Daker Makkah, Beny Darmawan mengatakan ada 57 penyedia konsumsi atau katering yang siap melayani kebutuhan makan Jemaah tiap harinya.
"Alhamdulillah penyedia konsumsi atau dapur telah kita seleksi sudah siap melayani jemaah jemaah yang ada di Makkah. Untuk semua dapur di kota Makkah ada 57 katering yang diseleksi" kata Beny saat ditemui di Kantor Urusan Haji Daker Mekkah pada Rabu (22/05).
Lebih lanjut Benny menjelaskan menu makanan yang akan diberikan kepada Jemaah adalah menu dengan cita rasa nusantara. Beny juga menyampaikan khusus tahun ini Jemaah calon haji Indonesia akan mendapatkan konsumsi secara penuh baik di Mekkah, Madinah ataupun pada puncak haji di Armuzna atau Masyair.
"Khusus tahun ini jemaah secara penuh di Makkah, Madinah, maupun di Masyair mendapatkan 3 kali sehari dengan menu yang sudah disesuaikan dengan cita rasa Nusantara" jelasnya
Rencananya menu makanan akan didistribusikan pada pagi hari di antara pukul 05.00 - 08.00 Sementara untuk makan siang akan didistribusikan pukul 02.00 dan Untuk malam pukul 17.00 - 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Beny menjamin citarasa menu masakan sudah sesuai dengan lidah orang Indonesia karena para juru masak telah mengikuti pelatihan secara professional.
"Para juru masak ini sudah mendapat pelatihan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Menu makanan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi Jemaah haji, seperti nasi sayur dan buah" papar Beny
Beny pun meminta agar menu makanan yang sudah diterima harus sudah dikonsumsi paling lama 2 jam setelah pendistribusian. Hal ini untuk menghindari makanan menjadi basi.
"Jadi harus diperhatikan juga tulisan di kotak bekalnya. Untuk jemaah makanan harap segera dikonsumsi. Jangan lama2 paling lama 2 jam setelah didistribusikan" pintanya.
Sementara itu berkaitan dengan puncak haji di Arafah Muzdalifah dan Mina, Beny menungkapkan Calon Jemaah haji tetap akan mendapatkan konsumsi Ketika pemberangkatan ke Arafah dan Ketika Nafar Tsani. Hal ini berbeda dari tahun lalu yang menjelang dan setelah puncak haji selama 3 hari jemaah tidak mendapatkan layanan katering.
"Tanggal 8 dan 13 zulhijah akan dapat makanan cepat saji. diberitakan 2 kali, saat mau berangkat ke Arafah pagi tanggal 8 kita berikan makanan siap saji" ungkap Beny. (Yuniar K MCH 2024)