DPC PDIP Sukoharjo terima berkas formulir pendaftaran calon bupati dari dua kader petahana
Dua dari empat orang yang mengambil formulir pendaftaran penjaringan internal calon bupati/wakil bupati PDI Perjuangan Sukoharjo, Jawa Tengah menyerahkan berkas pendaftaran ke kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Elshinta.com - Dua dari empat orang yang mengambil formulir pendaftaran penjaringan internal calon bupati/wakil bupati PDI Perjuangan Sukoharjo, Jawa Tengah menyerahkan berkas pendaftaran ke kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Masing-masing bupati dan wakil bupati menjabat saat ini, Etik Suryani dan Agus Santosa. Keduanya mendaftar sebagai bakal calon bupati untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sukoharjo, Nurjayanto mengatakan, total ada empat orang yang mengambil formulir pendaftaran hingga tahapan ditutup. Tiga orang kader partai mengambil formulir bakal calon bupati dan satu orang dari luar partai mengambil formulir bakal calon wakil bupati. Menjelang penutupan tahap pengembalian formulir pada 21 Mei besok, baru dua orang yang menyerahkan kembali formulir dan kelengkapan berkas. DPC masih menunggu hingga batas akhir tahapan penyerahan pendaftaran untuk dua lainnya.
"Kami tunggu sampai besok ya," kata Nurjayanto, Senin (20/5/2024).
Menurut Nurjayanto, DPC tidak akan memperpanjang tahapan penjaring internal ini karena syarat minimal pendaftar dua orang sudah terpenuhi. Tahap selanjutnya, berkas akan melalui verifikasi administrasi dan dikirimkan ke dewan pimpinan daerah (DPD) di Semarang. Maka, semua akan menjadi kewenangan DPD menyerahkan berkas ke DPP untuk diseleksi guna mendapatkan rekomendasi diusung Pilkada oleh ketua umum. "Berkas yang masuk akan melalui verifikasi dan validasi sebelum dikirim ke DPD," tambahnya.
Bakal calon petahana Etik Suryani datang menyerahkan formulir pendaftaran dengan iring-iringan sekitar 300 orang pendukung dan kesenian tradisional Reog. Etik Suryani tidak mempermasalahkan wakilnya saat ini juga mendaftar sebagai calon bupati untuk periode kedua. Artinya, keduanya mengambil jalan terpisah tidakm menjadi satu paket seperti periode saat ini pada Pilkada mendatang. Pihaknya menghormati pilihan politik wakilnya karena sama-sama memiliki hak dan peluang mendapatkan rekomendasi maju Pilkada dari DPP.
"Tidak ada masalah, apapun itu menjadi pilihan masing-masing dan saya menghormati," ungkap Etik seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (22/5).
Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa dan Bupati Etik Suryani menyerahkan berkas pendaftaran pada hari yang sama tetapi waktu yang berbeda. Agus mengembalikan formulir pendaftaran pagi hari dan Etik siang. Sehingga tidak terjadi pertemuan massa pengantar di kantor DPC PDI Perjuangan Sukoharjo.