Diketahui sakit, PPIH jenguk jamaah calon haji asal Embarkasi Surabaya
Staf Humas PPIH, Imam Mukhair, Rabu (22/5/2024) menerangkan bahwa Munawarah merupakan JCH dari penerbangan technical landing. Sebanyak 204 penerbangan diketahui akan menjalani technical landing pada pemberangkatan haji tahun ini untuk mengisi bahan bakar di Bandara Kualanamu Deli Serdang.

Elshinta.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)1445H/2024 M Embarkasi Medan dalam hal ini Sekretaris PPIH Dr. H. Zulfan Efendi, S.Ag, M.Si dan Kepala Bidang Penerimaan/Pemberangkatan Dr. H. Torang Rambe, M.Ag menjenguk Munawaroh, jamaah calon haji (JCH) asal Embarkasi Surabaya di RSUD Amri Tambunan Deli Serdang Lubuk Pakam, Senin (20/05)2024).
Staf Humas PPIH, Imam Mukhair, Rabu (22/5/2024) menerangkan bahwa Munawarah merupakan JCH dari penerbangan technical landing. Sebanyak 204 penerbangan diketahui akan menjalani technical landing pada pemberangkatan haji tahun ini untuk mengisi bahan bakar di Bandara Kualanamu Deli Serdang.
Seretaris PPIH Medan Zulfan Efendi melalui Imam Mukhair mengatakan, saat pemberhentian technical landing, ada opsi dari maskapai terhadap JCH yang harus dirawat karena sakit. Kemudian akan dibawa ke RSUD Amri Tambunan Deli Serdang untuk diperiksa lebih lanjut kondisinya.
“Hari ini kami menjenguk Ibu Munawaroh (76) jemaah haji asal Embarkasi Surabaya. Alhamdulillah, tadi sudah dirawat dan kami ingin mengetahui kondisinya. Kami juga ngobrol dengan anaknya yang menjadi pendamping beliau,” ucap Kabid PHU Kanwil Kemenagsu.
Ia mengatakan PPIH Medan telah melayani JCH technical landing sejak 2023. PPIH Medan melalui Seksi Haji Kemenag Deli Serdang dan Penyuluh Agama Deli Serdang mendampingi sejak dirawat sampai keberangkatan menuju tanah suci.
“Sejak tahun lalu, kami berkomitmen dan bertanggung jawab melayani jemaah technical landing yang turun karena kondisi kesehatan.
Kami juga melakukan pendampingan jamaah melalui Seksi PHU di Deli Serdang dan Penyuluh Agama Islam Deli Serdang. Jika dinyatakan laik terbang dan status dari maskapai boleh berangkat, maka kita bantu mengantar jamaah ke Bandara,” ucap Kabid.
Walau belum ada standar operasional yang baku terhadap penanganan jamaah technical landing, Sekretaris PPIH Medan mengatakan sudah menjadi kewajiban untuk saling membantu dan melayani sepenuh hati para Tamu Allah.
“Kita sudah berkomunikasi dengan Komisi VIII untuk mematangkan prosedur kerjanya. Begitupun, kita siap dan tetap melayani jamaah yang sakit dan harus dirawat sementara di sini,” tandasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Kamis (23/5).