Kemarin, Polda Jabar dan Polres Cirebon Kota geledah rumah keluarga Pegy Setiawan
Polda Jawa Barat bersama bersama Timsus Satreskrim Polres Cirebon dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota melakukan penggeledahan di rumah kediaman salah satu tersangka kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon, Pegy Setiawan alias Pegy alias Perong.

Elshinta.com - Polda Jawa Barat bersama bersama Timsus Satreskrim Polres Cirebon dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota melakukan penggeledahan di rumah kediaman salah satu tersangka kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon, Pegy Setiawan alias Pegy alias Perong.
Dilaporkan Kontributor Elshinta, Yohanes Charles, penggeledahan dilakukan di Blok Simaja RT 02 RW 02 Desa Kepompongan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Penggeledahan dilakukan mulai pukul 13.30 WIB dan selesai pukul 16.30 WIB. Dan dari pantauan Elshinta, ada satu box berisi barang-barang yang disita petugas dan dibawa dari dalam rumah tersebut.
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan pengeledahan dilakukan untuk mencari bukti-bukti yang dapat membantu pengungkapan kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi pada tahun 2016 silam.
Namun Anggi belum bisa menyebutkan barang apa saja yang disita dari rumah Pegy alias Perong karena untuk kebutuhan penyidikan.
Seperti diketahui di rumah ini Pegy alias Perong yang merupakan salah satu DPO dalam kasus pembunuhan Eky dan Vina tinggal bersama kakek dan nenek, ibu dan saudara-saudaranya.
Namun berdasarkan keterangan warga sekitar Pegy alias Egy dikenal dengan nama Pegy alias Pekong bukan Perong dan sejak terjadinya kasus pembunuhan ini, Pegy tidak tinggal di rumah ini lagi dan merantau ke Bandung.
Selain itu masih berdasarkan informasi dari warga bawah sejak tahun 2016 Pegy sempat pulang ke rumah ini sebanyak 3 kali yakni setiap hari raya Idulfitri.
Seperti diketahui Pegi alias Perong DPO kasus pembunuhan Vina Cirebon berhasil ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar dan mabes Polri.
Pegy alias Perong ditangkap pada Selasa malam (21/5) di kawasan Bandung, karena pada waktu itu Pegi adalah buruh bangunan di Bandung.