Pascabanjir lahar dingin Marapi, BWS Sumatera V Padang, normalisasi delapan sungai
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menormalisasi delapan sungai yang berhulu dari Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, pascabanjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi Sabtu 11 Mei 2024.

Elshinta.com - Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menormalisasi delapan sungai yang berhulu dari Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, pascabanjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi Sabtu 11 Mei 2024.
Kepala BWS Sumatera V Padang, M Dian Al Maruf mengatakan, delapan sungai tersebut dinormalisasi karena terdampak langsung dari 25 sungai yang langsung berhulu ke Gunung Marapi.
Delapan sungai yang terdampak langsung berada di dua kabupaten yaitu kabupaten Agam dan Tanahdatar.
"Sungai sungai tersebut tertutup material yang terbawa banjir lahar dingin Gunung Marapi, sehingga harus segera dinormalisasi," sebut Dian, Selasa (28/5).
Dian menyebutkan, delapan sungai terdampak langsung tersebut, yang sudah ditangani lima sungai yaitu Batang Katik, Batang Tambuo dan Batang Pagu Pagu di Kabupaten Agam. Kemudian, Batang Malana dan Batang Banggahan di Kabupaten Tanahdatar.
M Dian Al Maruf menyebutkan, Batang Pagu Pagu di Kabupaten Agam, berhulu langsung ke Gunung Singgalang. Sungai tersebut ditangani, karena terdapat longsoran dan alirannya langsung ke kawasan Lembah Anai.
Sedangkan, Batang Banggahan yang ditangani bukan sungainya akan tetapi sabodam, karena pasca banjir lahar dingin, tertutup oleh material banjir.
Ia menyebutkan, apabila tidak ditangani, maka dikhawatirkan apabila terjadi banjir lahar dingin Gunung Marapi susulan akan terjadi alur baru, karena alur lama terhalang oleh material longsoran. Bahkan alur baru tersebut bisa ke pemukiman warga dan badan jalan seperti yang terjadi di Kelok Hantu jalur lintas Padang-Bukittinggi.
"Normalisasi telah dilakukan tiga hari sejak banjir lahar dingin Gunung Marapi terjadi 11 Mei 2024 dan ditargetkan dalam waktu 28 hari bisa teratasi secara darurat untuk membuka alur sungai," ujar Dian seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthafa.
Percepatan penanganan normalisasi, BWS V Sumatera mengerahkan 22 escavator, 7 dump truck dan 1 loader. 22 escavator tersebut, dua unit di batang Anai, dua unit di Batang Pagu Pagu, 8 unit di Batang Katik dan 10 unit di Batang Malana.
Normalisasi delapan sungai tersebut sepanjang 10 kolometer diantaranya 5 kilometer Batang Malana. Batang Katik sepanjang 1,5 sampai 3 kilometer dan Batang Tambuo 1- 2 kilometer.