Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jemaah haji dilarang ziarah di luar wilayah Mekkah dan Madinah

Elshinta.com - Puncak haji diperkirakan akan dilaksanakan sekitar 2 hingga 3 pekan ke depan. Mengingat hal itu, jemaah haji diminta untuk tidak melaksanakan ziarah di luar wilayah haji.

Jemaah haji dilarang ziarah di luar wilayah Mekkah dan Madinah
X
Kepala Daker Mekkah Khalilurrahman saat memberikan arahan kepada Jemaah Kloter SUB 17 sd 20 di salah satu hotel di Misfalah Mekkah (foto : Fadhilah MCH 2024)

Elshinta.com - Puncak haji diperkirakan akan dilaksanakan sekitar 2 hingga 3 pekan ke depan. Mengingat hal itu, jemaah haji diminta untuk tidak melaksanakan ziarah di luar wilayah haji.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Daerah Kerja Mekkah, Khalilurrahman, dalam wawancara hari Selasa, 28 Mei 2024. Beliau menghimbau agar jemaah haji tidak banyak melakukan ziarah di luar wilayah haji, yaitu Mekkah dan Madinah. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa ibadah yang utama bukanlah ziarah, melainkan ibadah di Arafah mendatang.

Larangan ziarah di luar haji bukan tanpa alasan. Apabila ada kejadian yang tidak diharapkan terjadi pada jemaah haji, hal tersebut tidak lagi menjadi tanggungan kementerian.

Dampak yang ditimbulkan akan merepotkan, baik bagi petugas maupun yang bersangkutan itu sendiri. Salah satu contoh dampak tersebut adalah kaitannya dengan administrasi kependudukan, misalnya apabila ada yang meninggal.

“Dampaknya, jemaah yang melaksanakan ziarah di luar kota perhajian itu di luar tanggungan kementrian haji, ya kementrian yang melayani jemaah haji. Karena ketika mereka berada di kota suci Mekkah menjadi tanggungan kementerian haji, kemudian dari pihak Maktab yang akan melayani mereka selama di Kota Mekkah. Ketika mereka keluar Mekkah, maka itu tidak menjadi tanggung jawab Maktab lagi.”

Mengingat suhu udara bisa mencapai 45 derajat celsius, bahkan menembus angka 50 derajat celsius saat puncak haji, Khalilurrahman menambahkan agar jemaah haji fokus pada kesehatan fisik dan jiwa. Terutama lansia dengan resiko tinggi disarankan untuk tetap melaksanakan salat fardhu dan ibadah wajib saja.

Menjaga kesehatan untuk menyiapkan fisik yang kuat di puncak haji mendatang menjadi prioritas jemaah haji. Petugas terus melakukan upaya promotif tersebut untuk meminimalisasi resiko selama pelaksanaan haji berlangsung. Kesehatan dan keselamatan jemaah haji menjadi hal yang paling harus diutamakan. (Yuniar K/MCH 2024)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire