Tiga mahasiswa ITN Malang juara III NESCO Peper Competition 2024
Tim Manka Teknik Listrik D-3, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) meraih Juara 3 NESCO Paper Competition 2024, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik yang digelar Universitas Gajah Mada Sabtu 18 Mei 2024 lalu.
.jpg)
Elshinta.com - Tim Manka Teknik Listrik D-3, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) meraih Juara 3 NESCO Paper Competition 2024, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik yang digelar Universitas Gajah Mada Sabtu 18 Mei 2024 lalu.
NESCO Paper Competition 2024 merupakan kompetisi yang menekankan kemampuan problem solving untuk merumuskan dan menemukan solusi terhadap permasalahan dalam bidang ketenagalistrikan dan power system.
Tim debutan Teknik Listrik D-3 ITN Malang beranggotakan Mochammad Ilham Fakhri, Farid Agus Afandi dan Nabilla Anggreny Putri. Dibawah bimbingan Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., mereka di final berhasil menyisihkan tiga perguruan tinggi lainnya.
Mochammad Ilham Fakhri, ketua tim menjelaskan, saat final semua tim diberi tantangan untuk memberikan solusi permasalahan ketenagalistrikan di negara yang bernama Nescovia.
“Negara Nescovia yang kaya SDA sedang melakukan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT), dengan menargetkan penetrasi 40 persen dari pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Nescovia juga memiliki pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU), dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El-Aris, Rabu (29/5).
Dijelaskannya, pada sistem ketenagalistrikan mereka masih terdapat beberapa kendala. Ada 4 masalah yang harus dipecahkan sekaligus mencarikan solusi.
Menurut Ilham masalah ketenagalistrikan di Nescovia antara lain, stabilitas sistem saat cuaca berawan/gelap secara tiba-tiba belum stabil, pada pagi hari stabilitas sistem kelistrikan terganggu, kebocoran gas beracun (H2S) di PLTP yang mengakibatkan korban jiwa disangkutkan dengan kebijakan pemerintah mengenai kebocoran H2S, dan masalah pertumbuhan beban puncak seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.
“Solusinya penetrasi sistem BESS (battery energy storage) untuk pembangkit EBT mereka. BESS merupakan sekumpulan baterai yang sangat besar dan peralatan pendukungnya untuk membackup sistem PLTS saat terjadi mendung. Sedangkan untuk pagi hari mereka menawarkan pemasangan sistem VFD (variable frequency drive). Sebuah sistem untuk mengurangi arus starting pada motor induksi untuk industri. Sistem VFD akan memberikan tegangan dan frekuensi secara bertahap.” pungkasnya.