10 startup ikuti Dikst Indonesia Regional Event Startup World Cup 2024
Malang industri startup menjadi pijakan percepatan ekonomi dengan bonus demografi yang dimiliki maka dapat menjadi penentu termasuk keberadaan startup.

Elshinta.com - Malang industri startup menjadi pijakan percepatan ekonomi dengan bonus demografi yang dimiliki maka dapat menjadi penentu termasuk keberadaan startup.
“Tinggal kita bertanya apakah tahun 2045 tersebut dapat terwujud, itu yang jadi pertanyaan termasuk para pemula bisnis,” kata Wakil Rektor Bidang Riset dan Teknologi Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE, Msi, Ak.
Pernyataan tersebut disampaikan Unti saat memberikan sambutan di acara Direktorat Inovasi dan Kawasan Saint, Teknologi (Dikst) Indonesia Regional Event Startup world Cup 2024 di Lantai 7 Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB.
Unti berharap agar teman-teman startup jangan sampai turun. “Turun bukan karena gagal namun justru saat sayap dan kakinya masih di ikat, ini yang jadi peisimisme kita. Kita harus belajar dari negara lain seperti Cina bagaimana berkembang sangat cepat justru Cina melesat bisnis dan teknologinya,” kata Unti seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Kamis (30/5).
Karena itu, ujar Unti perlu adanya kebersamaan multi talent untuk memicu startup.
“Kolaborasi dan sinergis jadi kata kunci, karena itu spirit coperation menjadi hal yang penting dan harus dibangun dan perlu menjadi pemikiran bersama, karena itu pada stratup yang ada memiliki jenis bisnis yang berbeda atau mungkin tidak sama namun harus bisa saling mengkuatkan yang lain,” jelasnya.
Universitas Brawijaya Malang sangat mendukung inovasi yang ada. “Harapannnya inovasi yang banyak tidak harus berhenti di paten namun inovasi yang ada bermanfaat, terproduksi secara massal sehingga produk UB dapat terhilirkan di masyarakat dan tentu saja UB telah siapkan 3 kawasan salah satunya kawasan saint dan teknologi di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Pelaksana Dikst Indonesia Regional Event Startup World Cup 2024, Inggang Perwangsa Alam menyatakan event ini diikuti 10 dari total 54 regent Malang.
“Diambil 1 untuk mewakili Malang ke SanFranssisco, dan kebanyakan startup yang ikut sudah punya impact ke masyarakat,” ujarnya.
Digandengnya Pegasus salah satu startup dari Amerika semata-mata untuk memberikan motivasi starup di Malang.
"Dan antusiasme startup sangat tinggi untuk berkompetisi ikut dalam event ini terbukti dari 54 yang ikut diseleksi tinggal 10 dan satu orang nantinya satu startup yang mewakili region Malang,“ ucapnya.
Sedangkan di UB sendiri dari data yang dihimpun 115 startup. “Itu yang terdata dan mendapat binaan dari kita yang diluar itu sangat banyak,” ujarnya.