Top
Begin typing your search above and press return to search.

PPIH siapkan satgas Jamarat, antisipasi puncak haji di Armuzna

Petugas penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445H/2024 melakukan skema antisipasi pergerakan jemaah saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sudah di Satgas Mina, di tahun 2024 ini PPIH juga membentuk Satgas Jamarat.

PPIH siapkan satgas Jamarat, antisipasi puncak haji di Armuzna
X
Sumber foto: Radio Elshinta/ Yuniar K MCH 2024

Elshinta.com - Petugas penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445H/2024 melakukan skema antisipasi pergerakan jemaah saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sudah di Satgas Mina, di tahun 2024 ini PPIH juga membentuk Satgas Jamarat.

Kepala perlindungan jemaah PPIH Arab Saudi Kolonel Harun Al Rasyid mengatakan, petugas yang baru datang selanjutnya disebut satgas jamarat ini sudah ditempatkan di masing-masing pos mulai hari ini, Sabtu (01/6/2024).

“Kita telah menerima petugas yang baru datang di gelombang pertama yaitu tanggal 28 Mei kemarin yang saat ini sudah ditempatkan di masing-masing daker Mekkah, Madinah dan juga daker bandara. Petugas yang baru datang ini tidak lagi kita sebut sebagai petugas tambahan melainka satgas Jamarat, karena mereka statusnya sama dengan petugas yang lebih dulu sampai di Arab Saudi.” Kata Harun.

Harun menambahkan fokus utama petugas akan dipusatkan pada puncak musim haji, dengan penugasan khusus di Armuzna. Nantinya, petugas tambahan akan difokuskan ke Armuzna untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

“Karena mereka yang kurang lebih dari 350 orang lebih ini kita akan tempatkan nanti khusus di Armuzna akan mengisi 30 titik pos.” katanya

Lebih lanjut Harun menjelaskan, sagas Jamarat ini di pos-pos MCR yang tersedia di setiap titik, mengingat jumlah jemaah haji Indonesia kini semakin bertambah.

“Nah kemudian juga akan kita tempatkan teman-teman satgas jamarat itu di Mobile Crisis Rescue (MCR), baik itu yang lantai atas yang kita sebut dengan MCR 2 maupun juga jalur bawah atau lantai bawah atau MCR 1. Meraka akan ditempatkan di 5 titik pos. Mereka ini akan kita susun penugasannya ketika di armuzna aakn ditempatkan khusus di mina mengisi 30 titik pos.” papar Harun.

Petugas yang ditempatkan di pos bandara, fokus memperkuat penugasan di bandara. Sedangkan untuk daker Mekah fokus bertugas khususnya di area Masjidil Haram.

“Yang bandara seluruhnya kta geser ke daker bandara untuk membantu perkuatan penugasan di bandara. Sedangkan yang daker Mekkah dan daker Madinah ini disamping kita langsung tempatkan di sektor sektor yang ada di mekkah, mereka juga kita langsung atur penempatannya di 9 titik masjidil haram. Karena masjidil haram sudah ada seksi khusus ada 9 titik pos pemantauan dan juga pengawasan permberian fasilitas kepad ajamaah yang melakukan ibadah” tambah Harun.

Hasan juga menegaskan, satgas Jamarat ini telah siap dan langsung diterjunkan ke pos-pos tempatnya bertugas, penempatannya telah diatur seksus nabawi

“Penerapannya mulai langsung kemarin sudah langsung ditempatkan bahkan mulai hari ini sudah jaga di titik itu juga sudah kami arahkan. Karena itu, yang tergabung di satgas jamarat kita tempatkan yang Madinah dan Mekkah yang selain kita masukan ke sektor yang membutuhkan, dan juga kita akan tempatkan di 9 titik pos. Penempatannya sudah diatur di seksus Nabawi.” pungkas Harun.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire