Jelang Idul Adha, 130 'Juleha' Majalengka ikut pelatihan dan manajemen hewan qurban
Ratusan peserta dari sejumlah ormas Islam di Kabupaten Majalengka Jabar, mengikuti pelatihan juru sembelih halal (Juleha) dan manajemen hewan qurban, menjelang perayaan Hari Raya idul Adha atau Hari Raya Qurban 1445 Hijriyah.

Elshinta.com - Ratusan peserta dari sejumlah ormas Islam di Kabupaten Majalengka Jabar, mengikuti pelatihan juru sembelih halal (Juleha) dan manajemen hewan qurban, menjelang perayaan Hari Raya idul Adha atau Hari Raya Qurban 1445 Hijriyah.
Acara yang gelar sehari di Pondok Pesantren Santi Asromo Majalengka tersebut sedikitnya diikuti 130 peserta. Digelar oleh DPD Juru Sembelih Halal (JULEHA) Majalengka, yang juga dihadiri ketua DPW JULEHA Jawa Barat, dan para pemateri.
Sekretaris DPD Juleha Majalengka, Lili Solihin menjelaskan, saat ini Majalengka sudah memiliki komunitas juru sembelih halal. Dan momen menjelang Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban 1445 H, seratus lebih peserta antusias ikut pelatihan juru sembelih halal (Juleha) dan manajemen hewan qurban.
"Majalengka kini resmi memiliki komunitas juru sembelih halal (Juleha), dan Juleha DPD majalengka Ini sudah berkordinasi dengan elemen-elemen lain baik MUI, dan leading sektor yang sangat terkait yaitu dinas peternakan juga sudah," kata Lili Solihin di lokasi acara di Ponpes Santi Asromo Desa Pageraji Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Minggu, (2/6).
"Pada hari ini bertempat di Santi asromo kita mengadakan pelatihan juru sembelih halal yang momentumnya sangat tepat, dimana dalam 10hari kedepan kita akan mengadakan idul qurban," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Senin (3/6).
Lili menyebut, tujuan dari berkumpulnya komunitas Juleha yang hadir dari berbagai pelosok kampung, ormas dan OKP tersebut tidak lain untuk memberikan edukasi agar mereka menjadi juru sembelih yang Ahsan atau baik.
'Tujuannya edukasi, agar mereka semua menjadi juru sembelih yang Ahsan yang baik, sesuai sabda Rosul jika kamu mau menyembelih maka tajamkan pisaunya dan bahagiakan hewannya." tandas Lili.
Sedikitnya kata dia, ada 130 peserta yang ikut pelatihan meski target hanya untuk 100 orang, mereka mendapatkan 4 materi dan diakhiri dengan praktek langsung dengan menyembelih 2 ekor kambing.
"Peserta targetnya hanya 100 namun hadir 130 orang, mereka mendapat materi pertama fiqih, kedua kesehatan hewan, kemudian materi kaitan sosialisasi bagaimana sih bilah yang tajam itu, kemudian cara pemeliharaan dan teknis penyembelihan, tehnis tali temali dan juga perobohan hewan, disitu kita juga sediakan 2 ekor kambing untuk praktek pelatihan," pungkas Lili.