Masjidil Haram makin padat, jemaah calon haji prioritaskan ibadah di pemondokan
Masjidil Haram dipadati oleh jemaah haji dari seluruh dunia yang melaksanakan ibadah. Pantauan saat ini menunjukkan kondisi yang sangat padat, terutama di waktu-waktu tertentu, yaitu setelah salat maghrib, isya', dan subuh.

Elshinta.com - Masjidil Haram dipadati oleh jemaah haji dari seluruh dunia yang melaksanakan ibadah. Pantauan saat ini menunjukkan kondisi yang sangat padat, terutama di waktu-waktu tertentu, yaitu setelah salat maghrib, isya’, dan subuh.
Berdasarkan kondisi tersebut, PPIH Arab Saudi Daker Mekkah mengimbau kepada jemaah untuk selalu menjaga kesehatan fisik.
“Diimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi kebugaran fisiknya, karena tinggal dua minggu lagi kita akan melaksanakan Armuzna.” kata Kepala Seksi Lansia Penanganan Krisi dan Pertolongan Pertama Jemaah Haji (PKP3JH)Agus Pribowo saat ditemui pada Selasa sore (04/05) WAS.
Lebih lanjut Agus meminta Jemaah calon haji untuk tidak sering bepergian ke Masjidil Haram ataupun ziarah-ziarah ke daerah-daerah yang telah ditetapkan oleh KBU. Hal ini dikarenakan dapat mengakibatkan kelelahan fisik.
"Sebagai gantinya, jemaah bisa melaksanakan salat di hotel atau berjamaah di musola dengan jemaah lainnya" imbuh Agus
Agus juga menuturkan bahwa tujuan ke Masjidil Haram adalah untuk melaksanakan ibadah haji, sehingga prioritas menjaga kondisi fisik pada puncak haji daripada menjalankan umrah sunnah.
“Jadi dihimbau kepada jemaah, tidak terlalu sering umrah sunnah ataupun salat fardu lima waktu, di Masjidil Haram dan bisa dilakukan di hotel ” tutur Agus.
Ia menyebutkan bahwa haji adalah perihal 95% fisik dan 5% doa.
Agus juga mengungkapkan berdasar pengamatan selama ini kondisi sekitar Masjidil Haram termasuk Terminal Syib Amir sangat padat terutama di waktu waktu sholat fardu.
" Misalnya setelah salat isya’. Jemaah akan menunggu bus salawat lewat. Karena load dari bus salawat dari Syib Amir kurang, jemaah harus menunggu lama dan akhirnya bisa menyebabkan kelelahan" jelas Agus
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Agus menyampaikan telah menyiapkan skenario dengan membuat leaflet berisi imbauan kepada jemaah. Harapannya, jemaah akan melaksanakan imbauan tersebut. PPIH berupaya untuk melindungi jemaah, baik dari segi kesehatan, fisik, maupun ibadah.
“Skenario dari PPIH sudah dibuat leaflet-leaflet oleh Kementerian Agama tentang imbauan kepada para jemaah. Mudah-mudahan leaflet tersebut sudah sampai kepada jemaah sehingga bisa dilaksanakan oleh para jemaah,” Harap Agus.