Sistem pembelian biosolar pakai barcode alami gangguan, sopir di Pantura Timur bingung
Sejumlah pengemudi kendaraan berbahan bakar minyak jenis biosolar mengeluhkan terjadinya gangguan pembelian menggunakan barcode di My Pertamina sehingga mereka tidak bisa membeli BBM.
Sumber foto: Sutini/elshinta.comElshinta.com - Sejumlah pengemudi kendaraan berbahan bakar minyak jenis biosolar mengeluhkan terjadinya gangguan pembelian menggunakan barcode di My Pertamina sehingga mereka tidak bisa membeli BBM. Hal ini seperti yang dialami oleh Wahyu yang mengisi BBM di SPBU Papringan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Ia mengaku tidak bisa membeli BBM lantaran saat akan membeli BBM barcode kendaraan miliknya tidak bisa terkoneksi dengan sistem.
"Kemarin saat membeli tidak ada masalah tapi hari ini tidak bisa padahal kendaraan saya pakai untuk operasional angkut sembako", ujarnya, Kamis (6/6).
Senada, pengendara truk Ismail yang mengisi BBM di SPBU Cangkring Demak, barcode kendaraan tidak bisa terkoneksi sehingga terjadi antrian para pengemudi truk. "Tadi berusaha dicoba berkali-kali tapi tidak bisa akhirnya menunggu kebijakan SPBU agar bisa mengisi BBM", ucapnya.
Brasto Galih Nugroho Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah membenarkan jika sedang ada gangguan secara nasional.
"Kami sudah arahkan SPBU untuk tetap bisa melayani. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami upayakan secepatnya bisa pulih", kata Brasto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (6/6).
Sementara itu ketika sistem belum pulih, Brasto minta SPBU untuk tetap bisa melayani dengan cara setting sistem dari pre purchase ke post purchase, sebab Kantor Pusat sedang koordinasi dengan Telkom dan Sigma untuk pemulihan tersebut.




