Petugas keamanan distributor minuman ditemukan tewas mengenaskan
Seorang petugas keamanan yang bertugas di gudang distributor minuman ditemukan meninggal dunia dengan tangan dan kaki terikat. Kejadian ini diketahui oleh salah satu pekerja yang akan memasuki gudang tersebut pada pagi hari.

Elshinta.com - Seorang petugas keamanan yang bertugas di gudang distributor minuman ditemukan meninggal dunia dengan tangan dan kaki terikat. Kejadian ini diketahui oleh salah satu pekerja yang akan memasuki gudang tersebut pada pagi hari.
Peristiwa sadis itu terjadi di gudang distributor minuman kesehatan di Jalan Raya Pantura Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Korban Sunaryo (60) ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah.
Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Suyanto mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang karyawan pada Jumat (7/6) pagi. Korban merupakan penjaga malam pengganti yang baru bekerja tiga hari lalu, sehingga korban hanya memegang kunci gerbang utama.
”Diduga korban dianiaya oleh kawanan perampok yang ingin merampok brangkas, dugaan korban melawan,” kata AKP Suyanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Jumat (7/6).
Pekerja yang tidak disebutkan namanya melaporkan temuannya kepada pihak kepolisian setempat. Tak lama kemudian, petugas dari kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan keterangan dari saksi, petugas keamanan tersebut telah ditemukan dengan kondisi tangan dan kaki terikat menggunakan tali rafia.
Belum diketahui pasti penyebab kematian petugas keamanan tersebut. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa kemungkinan korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul.
Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian petugas keamanan tersebut. Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian secara pasti.
Dari hasil olah TKP, empat ruangan brankas masih utuh karena memiliki pengaman berlapis dari pintu besi. Karena tidak mendapatkan hasil buruannya, pelaku lalu membawa kabur sebuah sepeda motor matic Yamaha N Max milik salah seorang karyawan.
Guna penyelidikan lebih lanjut, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi. Sementara jenazah korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Dokter Soesilo Slawi Kabupaten Tegal untuk di autopsi. “Kasus ini masih lidik,” tegasnya.
Belum diketahui pula apakah ada tindakan kriminal yang terjadi dalam kasus ini. Namun, pihak kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada unsur kejahatan yang terlibat dalam kematian petugas keamanan tersebut.