Kiai kampung se-Indonesia kumpul di Malang
Sekitar 500 orang kiai kampung se-Indonesia berkumpul dan menggelar doa bersama serta tazikirah di Malang, Jawa Timur. Sejumlah kiai dan pimpinan ponpes hadir dalam acara yang dipusatkan di Attamimi Palace, Perum Vila Puncak Tidar, Kabupaten Malang Jawa Timur.

Elshinta.com - Sekitar 500 orang kiai kampung se-Indonesia berkumpul dan menggelar doa bersama serta tazikirah di Malang, Jawa Timur. Sejumlah kiai dan pimpinan ponpes hadir dalam acara yang dipusatkan di Attamimi Palace, Perum Vila Puncak Tidar, Kabupaten Malang Jawa Timur.
Sejumlah tokoh diantaranya wakil ketua MUI Pusat KH. Marsudi Syuhud, Bupati Malang, H.M Sanusi, Sastro Al Ngatawi, KH Muhaimin dari Yogyakarta dan penceramah kondang Das’ad Latif serta penggagas Mujadalah Kiai Kampung, Najib Salim Atamimi.
Wakil Ketua MUI Pusat KH. Marsudi Syuhud, pinpinan Ponpes Kedoya Jakarta Barat mengungkapkan, proses berdirinya negara Indonesia berbasis musyawarah.
“Kontek negara musyawarah dari berbagai ormas berbeda namun intinya kita telah sepakat dengan aturan yang disepakati,” ungkapnya saat sampaikan sambutan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (11/6).
Selain itu berkumpulnya kiai kampung se Indonesia adalah untuk berdoa pasca terpilihnya Presiden dan Wakilnya hasil Pemilu 2024.
“Dan Presiden terpilih Prabowo Subianto, Wapresnya Gibran Raka Bumingraka dapat mensejahterakan masyarakat utamanya kiai kampung,” ujarnya.
Penggagas Mujadalah Kiai Kampung, Najib Salim Atamimi menyatakan harapan kiai kampung adalah agar presiden dan wapres terpilih dapat mengentas kemiskinan di desa.
“Apalagi kiai kampung masih berharap pak Prabowo berpihak pada masyarakat desa dan kiai kampung se Indonesia berharap pengetentasan kemiskinan. Apalagi masih adanya perbedaan perlakuan utamanya pendidikan antara sekolah negeri dan madrasah harus dapat perhatian lebih termasuk layanan kesehatan kalau di kota bisa memilih kalau di desa masih dipertanyakan,” jelasnya.