Pj Sekda optimistis Aceh Utara akan kembali bersinar jika miliki SDM yang kompeten
Penjabat Sekda Kabupaten Aceh Utara Dayan Albar yakin daerah Aceh Utara akan kembali bersinar jika memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam bidangnya.

Elshinta.com - Penjabat Sekda Kabupaten Aceh Utara Dayan Albar yakin daerah Aceh Utara akan kembali bersinar jika memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam bidangnya.
Hal itu diungkapkan Dayan dalam sambutan tertulis saat membuka kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi Program Peningkatan Kompetensi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI tahun 2024, berlangsung di aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Aceh Utara gedung bekas Kantor Bupati Aceh Utara di Jalan T Hamzah Bendahara, Lhokseumawe, Selasa, 11 Juni 2024.
Dayan mengharapkan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) itu mampu meningkatkan SDM menjadi lebih kompeten, karena menurutnya sumber daya alam bisa habis sewaktu-waktu sedangkan sumberdaya manusia selalu bisa mengimbangi perkembangan zaman dan tidak pernah habis.
Pembukaan kegiatan dimaksud, turut disaksikan oleh Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh Rahmad Faisal, kepala BPJS Ketenagakerjaan Lhokseumawe Muhammad Sulaiman Nasution, Kepala Dinas Penanaman Modal Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara Nyak Tiara, Kepala UPTD BLK Aceh Utara Nurul Akmal dan sejumlah pejabat dari SKPK terkait.
Lebih lanjut Dayan mengajak agar seluruh peserta pelatihan bersikap disiplin dan serius dalam mengikuti kegiatan itu, sehingga nantinya benar-benar memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja. "Kami berharap peserta dapat mengikuti pelatihan ini semaksimal mungkin," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Rabu (12/6).
Melihat potensi Aceh Utara ke depan, Dayan optimistis dengan pelatihan yang dilaksanakan di UPTD BLK Aceh Utara akan ikut andil dalam pemenuhan tenaga kerja di sejumlah perusahaan raksasa yang berlokasi di Aceh Utara.
Dayan juga mengatakan, penduduk Aceh Utara merupakan yang terbanyak di Aceh, dan Aceh Utara juga mendapatkan peringkat lima kabupaten termiskin di Indonesia. Oleh karena itu, Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di UPTD BLK Aceh Utara diharapkan mampu meminimalisir pengangguran dan mampu meningkatkan perekonomian.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara Nyak Tiari mengatakan pada tahun 2024 ini melalui UPTD BLKI (Balai Latihan Kerja Industri) Dinas PMTransNaker Aceh Utara mendapatkan paket kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi sebanyak 11 paket. Paket pelatihan ini dilaksanakan dalam 2 tahapan pelatihan. Yaitu 7 paket pelatihan dilaksanakan pada angkatan 1, dan 4 paket dilaksanakan pada angkatan 2.
Pada tahap 1, kata dia, telah dilaksanakan uji kompetensi masing-masing kejuruan dengan hasil kelulusan masing-masing untuk kejuruan digital marketing sebanyak 16 orang, menjahit 15 orang, pembuatan roti kue 16 orang, keahlian listrik 12 orang, keahlian AC 8 orang, dan skill sepeda motor 4 orang.
Sedangkan untuk keahlian surveyor (juru ukur) telah dilaksanakan uji kompetensi oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah 1 Banda Aceh pada 6 Juni lalu, dan hasilnya belum diumumkan.
“Kemudian kamipun sedang mengusulkan Akreditasi Program Pelatihan yaitu Pemasangan Instalasi Listrik, Teknisi AC dan Pembuatan Desain Grafis. Sedangkan program yang telah memperoleh akreditasi oleh LA-LPK Aceh, yaitu practical office, menjahit dengan mesin dan juru ukur,” kata Nyak Tiari.
Disebutkan, pelatihan ini prospektif bagi pengembangan ekonomi dan dunia usaha di Kabupaten Aceh Utara, dapat menjadi peluang kerja lebih luas pada masa kini. Sebab selain dapat mengasah skill, para peserta nantinya juga dapat membuka lapangan kerja sendiri.
Kepala UPTD BLK Aceh Utara Nurul Akmal dalam laporannya mengatakan maksud dilaksanakannya kegiatan PBK adalah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing peserta pelatihan, serta mampu menciptakan peluang usaha sendiri tanpa harus menunggu kesempatan kerja karena keterampilan yang diberikan merupakan keterampilan yang siap pakai.
Peserta pada pelatihan tersebut berjumlah 64 orang (40 pria dan 24 wanita) terbagi dalam 4 kelas kejuruan, yaitu kejuruan menjahit dengan mesin, kejuruan pembuatan desain grafis, kejuruan las SMAW 3G dan kejuruan proses produksi furniture kayu. “Masing-masing kelas terdiri dari 16 peserta pelatihan. Mereka berasal dari Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan sekitarnya,” ungkapnya.