Pemerintah tidak memfasilitasi tarwiyah untuk jemaah haji Indonesia
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tidak memfasilitasi jika ada jamaah yang melakukan ibadah tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dari Mekkah menuju Mina. Hal itu disampaikan oleh Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Subhan Cholid.

Elshinta.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tidak memfasilitasi jika ada jamaah yang melakukan ibadah tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dari Mekkah menuju Mina. Hal itu disampaikan oleh Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Subhan Cholid.
“Ya kita kan tidak menskemakan tarwiyah, tetapi kalau jemaah ingin tarwiyah koordinasinya dengan maktab.” ujar Subhan saat diwawancara di Mekkah, Selasa (12/6/2024).
Tarwiyah merupakan prosesi ibadah haji yang dilakukan jemaah calon haji dengan menginap di Mina, sebelum mereka melaksanakan wukuf di Arafah.
Subhan menjelaskan, di Mina, para jemaah menunaikan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, hingga Subuh pada 9 Zulhijah. Menurut dia, pergerakan jemaah tarwiyah itu sama persis dengan jemaah yang ke Arafah.
“Mereka juga akan menggunakan bus melalui proses scan kartu smart card untuk menunaikan ibadah ini. Nanti tetap dipantau.” terang Subhan.
Lebih lanjut Subhan menjelaskan, kemenag tidak memfasilitasi tarwiyah karena bukan termasuk ke dalam rukun haji, melainkan ibadah sunnah. Jumlah jemaah haji Indonesia yang besar juga tidak memungkinkan untuk mengejar waktu wukuf di Arafah jika pergi lebih dulu pergi ke Mina.
“Kalau kemudian, kita lihat, pergerakan jemaah dari Mekah ke Arafah itu memerlukan waktu dari jam 07.00 pagi (8 Zulhijjah) dan tahun lalu itu berakhir jam 01.00 malam. Wukufnya masih besok pagi.” kata Subhan.
Jika 241 ribu jamaah haji Indonesia melaksanakan tarwiyah ke Mina semua, mereka justru bisa melewatkan ibadah wukuf di Arafah. Padahal, seluruh jemaah haji Indonesia sudah harus berada di Arafah sebelum pelaksanaan wukuf.
"Nah sekarang kalau dari Mina dulu, itu mereka berangkat tanggal 9 (Dzulhijjah) pagi menuju ke Arafah. Kalau seluruh jemaah itu ikut di Mina dan diberangkatkan dari Mina tanggal 9 jam 07.00 pagi dan selesai nanti malamnya jam 01.00, lalu wukufnya kapan?" kata Subhan.
Subhan mengimbau jemaah mengikuti jadwal sesuai dengan yang ditetapkan. mengingat ibadah tarwiyah merupakan ibadah sunah yang bersifat anjuran.
“Kalau wajib masih bisa diganti dam, tapi inikan sunnah bukan wajib. Jadi, memprioritas yang prioritas gitu. Pemerintah lebih mengutamakan pelaksanaan rukun hajinya daripada mengejar sunah.” ujar Subhan seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Yuniar Kustanto, Kamis (13/6).